courtesy daniarindahsuryowatiDOTblogspotDOTcom

courtesy daniarindahsuryowatiDOTblogspotDOTcom

Tampil pada Special Show Java Jazz 2012, artinya terjadi pada setahun silam, tidak menyurutkan kekaguman publik Indonesia pada virtuoso gitar jazz legendaris itu hingg kini.
Di special show malam itu, Pat Metheny yang tepatnya tampil pada hari ke-2 atau malam Minggu 3 Maret 2012 silam, tampil memukau audiencenya. Musik Jazz melalui tebaran pesona alunan gitarnya memberikan rasa bahagia pada penonton Java Jazz.
Tampil membawakan beberapa lagu andalannya, seperti “Into The Dream”, “So May It Secretly Begin”, “Bright Sized Life”, “Broadway Blues”, “James”, “Always and Forever” and ”Question and Answer”. Ditambah dengan medley pada lagu “Minuano 6/8″ dan “This Is Not America” muncul sebagai sweetener bagi para hadirin.

JJF2012 courtesy jazzualityDOTcom

JJF2012 courtesy jazzualityDOTcom

Sebelumnya sebagian besar dari kita di Indonesia hanya mendengarkan tampilannya melalui rekaman atau menonton videonya (Youtube, dan sebagainya). Berkat Java Jazz Festival 2012 itulah kita akhirnya bisa melihat Pat Metheny show tepat di depan mata kita.
Melihat Pat Metheny adalah melihat seorang legendaris gitar jazz tulen. Yang bersikeras pada improvisasi hasil karyanya sendiri. Hal ini bisa kita lihat dari rekam jejak sang virtuoso ini, yang banyak bertebaran di media cetak/televisi international atau tulisan di dunia maya itu. Selalu berhubungan dengan karya musik, album dan show, yang inovatif dan penuh improvisasi. Kalau di Amerika Serikat sendiri tak terhitung banyaknya biografi singkat sang jazzer sejati ini.
Bagaimanapun juga, Pat Metheny merupakan sosok gitaris Jazz legendaris yang selalu dapat mendobrak cakrawala perkembangan musik jazz yang statis. Dia tahu bagaimana mencari solusi dari stagnasi perkembangan Jazz. Metheny telah melalui jam terbang yang tinggi untuk mendobrak itu semua.

JJF2012 courtesy photosDOTjangDOTcomDOTpk

JJF2012 courtesy photosDOTjangDOTcomDOTpk

Cobalah simak atau browsing, bagaimana Pat Metheny menjadi langganan pemenang Grammy Award. Bayangkan, ia mendapatkan 17 penghargaan grammy award. Bagaimana pasar album rekamannya. Betapa banyak komunitas fans nya di seluruh dunia bertebaran. Bahkan ia juga menjadi inspirasi para gitaris dunia lainnya.
Sebagai seorang gitaris Jazz yang handal dengan kemampuan menulis partitur musik yang baik, menjadikannya musikus yang banyak membuat kreasi di industri musik jazz. Kental dengan pemilihan garis improvisasi pada teknik yang sangat tinggi. Tak pernah memainkan nada yang sama pada semua tampilannya. Tanyakan pada gitaris Jazz yang lebih muda, mereka pasti akan menyebut nama Metheny sebagai salah satu sumber inspirasi mereka.
Metheny seorang gitaris yang mencintai tantangan. Dia mungkin paling dikenal karena perannya bersama Pat Metheny grup. Biasanya dalam formasi antara 4 sampai 7 musikus Jazz, tampil bersama sejak grup itu didirikan tahun 1977. Banyak penggemarnya yang juga ingat karyanya bersama Gary Burton Quartet. Bersama kuartet itu Metheny mulai bergabung sejak berusia 19 tahun. Ada lagi, yaitu Pat Metheny Trio dengan menelurkan 2 album tepat di era milenium tahun 2000 an ini.
Diawal belajar musik diusia belianya, ia mulai dengan bermain trumpet. Ketika itu ia masih berusia 8 tahun. Setelah 4 tahun dengan instrumen trumpet ini, ia memutuskan untuk belajar dan bermain gitar hingga saat ini. Setelah 3 tahun kemudian, ia sudah bermain secara teratur dengan musisi jazz sekitar Kansas City dan kemudian mendapat kesempatan untuk go international pada tahun 1974 dengan Gary Burton, seorang pemain vibrafon Jazz legendaris juga.
Album pertamanya “Bright Size Life” yang dirilis pada tahun 1975, diyakini oleh banyak orang sebagai sebuah album penjelmaan kembali nada gitar jazz secara tradisi yang dipersembahkan bagi generasi baru pemain gitar Jazz. Dia selalu mengikuti perkembangan teknologi. Metheny bahkan terus mendefinisikan kembali gaya bermusiknya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru.

courtesy rtcDOTuiDOTacDOTid

courtesy rtcDOTuiDOTacDOTid

Belakangan banyak yang mengajaknya bergabung dalam industri musik, seperti Ornette Coleman, Herbie Hancock, Jim Hall, Milton Nascimento dan David Bowie. Kerjasamanya dengan Lyle Mays dalam mengaransemen albumnya telah terbentuk selama lebih dari 20 tahun. Dia juga telah berkolaborasi dengan begitu banyak grup band, bermain solo gitar, bersama grup ansambel kecil, grup combo untuk orkestra berukuran besar. Hal ini dilakukan dengan genre jazz yang beragam, mulai dari jazz modern jazz, rock jazz bahkan jazz klasik.
Pat juga dikenal sebagai akademisi yang mumpuni. Ia belajar di Berklee College of Music. Sehingga di saat sengangnya, Pat seringkali mengajar di beberapa akademi. Saat berusia 19 tahun, Pat menjadi dosen musik termuda di University of Miami. Ia juga menjadi instruktur musik termuda di Berklee College of Music. Pengetahuannya soal musik, membuat dua sekolah tinggi ini memberi gelar doktor kepada Pat.
Tahun 2010 yang lalu, Metheny membuat surprised para audience nya yang notabene penggemarnya dengan membuat terobosan tak terduga yaitu tampilan sebuah inovasi musikal yang disebut Orchestrion. Ia melangkah lebih jauh dari sebagai gitaris Jazz menjadi dirigen pada sebuah orkestra. Proyek Orchestrion ini memiliki konsep yang sangat unik yaitu pada pemilihan teknis nada tingkat tinggi melalui inovasi kata pada partitur. Hal ini tidak dilakukannya secara statis karena sudag diprogram sebelumnya, melainkan Orchestrion ini memiliki kemampuan untuk bermain dengan tempo swing jazz dan berbagi kejutan lainnya. Hal ini memungkinkan dia untuk berimprovisasi sebanyak yang dia suka, termasuk perubahan tempo, perubahan kunci not dan sebagainya. Pada dasarnya, dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan.
Hal ini dianggap sebagai penemuan yang brilian, sangat berdasarkan pada sejarah perekaman album dari akhir abad 19 sampai awal abad 20. Kita tahu, pada saat itu piano dimainkan secara mekanis dengan memindahkan gulungan kertas melalui mekanisme yang secara fisik memindahkan kunci-kunci nada, dikenal sebagai gulungan piano.
Metode ini digunakan oleh pemain piano yang terkenal di masa itu dari Claude Debussy, Scott Joplin sampai pada George Gershwin. Kemudian langkah logis berikutnya adalah untuk menerapkan prinsip mengakomodasi beberapa instrumen orkestra lainnya termasuk perkusi dan stick pemukul (mallets). Area instrumentasi inilah yang dibuat oleh Metheny menjadi instrumen besar yang disebut Orchestrions. Dia pernah membangun rekaman atas ide menggunakan studio sebagai instrumen dengan layering beberapa nada gitar secara bersamaan untuk menciptakan suara ensemble pada tahun 1978 di album “New Chautauqua”.
Karena keterbatasan teknologi pada waktu itu, baru 32 tahun kemudian dia bisa melakukan terobosan seperti ini dengan menggunakan teknologi modern.

courtesy republikaDOTcoDOTid

courtesy republikaDOTcoDOTid

Satu hal yang kita ingat sesuatu yang ia katakan adalah: “Ketika aku sedang belajar…tidak pernah berpikir tentang instrumen… yang aku pikir adalah tentang musik.” Kalimat ini menjadi penting, terutama bagi siswa musik. Karena banyak dari mereka yang terfokus memikirkan instrumentasi dan melupakan esensi menggunakan alat musik itu sendiri.
Menarik untuk disimak, terutama setelah kita tahu bahwa virtuoso ini telah menjadikan gitar sebagai bagian dari hidupnya sejak ia masih 12 atau 13 tahun. Selama bertahun-tahun bermain musik, ia tidak pernah gagal membawakan sesuatu yang baru dalam setiap penampilan musiknya. Metheny selalu bermusik dengan cara itu, tidak peduli pada grup mana dia bermain atau lagu apa yang ia mainkan. Dengan melakukan itu, kita selalu menangkap nafas segar dari pertunjukannya, sesuatu yang sering dianggap ajaib.