Peter F Gontha at Press Confr to JJF 2010

Tulisan ini menyambut Java Jazz Festival 5-7 Maret 2010 yang kali ini diadakan ditempat yang baru (yang sejak JJF pertama sd JJF 2009 di JCC) yaitu di Jakarta International Expo Kemayoran. Namun demikian…**waduh…resmi banget sense of word-nya nech!** tulisan ini udah dapet ijin khusus buat diterjemahkan bebas in Indonesian dari yang punya blog ini yang baik hati. Aslinya in English bisa dilihat pada blog:
http://jjlifeblog.wordpress.com/2007/12/30/jazz-music/

Silahkan disimak:
Home > Music > Jazz Music 30 December 2007

Jazz Music
Jazz adalah jenis musik yang sering disebut satu-satunya berbentuk “seni” yang berasal di Amerika Serikat. Sejarah Jazz dimulai pada akhir tahun 1800-an.

Steve Gadd, The Greatest Jazz Drummer

Musik yang tumbuh dari kombinasi berbagai pengaruh, antara lain musik negro Amerika, irama Afrika, tradisi dan instrumen dari grup band di Amerika Serikat ,dan Eropa yang membentuk harmoni. Banyak hal tentang notasi musik Jazz yang terbaik yang masih ditulis dan sampai saat ini masih dianalisis di Amerika Serikat, namun musisi dari negara-negara lain yang membuat kontribusi besar pada musik Jazz. Jazz dihargai secara luas sebagai bentuk seni yang penting di Eropa sebelum memperoleh pengakuan yang sama seperti di Amerika Serikat.
Salah satu elemen kunci dari Jazz adalah improvisasi – kemampuan untuk menciptakan nada baru secara spontan.

Take Five Friday cover

Keterampilan ini adalah karakteristik yang membedakan musisi Jazz asli. Improvisasi meningkatkan peran solois musikus Jazz dari hanya seorang penghibur dan kemudian menjadi reproduksi ilham atau ide kepada komposer yang lain, dan memberi semangat Jazz yang segar di setiap pertunjukan.
Elemen penting lain Jazz adalah sinkopasi (syncopate). Untuk syncopate musik mereka, musisi Jazz mengambil pola irama yang teratur pada tempo “on” dan “off” bunyi musik mereka, atau membuat tempo musikalitas mereka tidak seimbang, dan menempatkan aksen di notasi-notasi musik yang tak terduga. Inilah salah satu daya tarik musik Jazz.

Brass Black

Jazz paling awal dilakukan oleh Amerika kulit hitam yang memiliki sedikit atau tanpa pelatihan dalam seni musik Barat. Menarik musisi-musisi ini pada budaya musik yang kuat dari kehidupan yang kelam.
Seperti sekarang ini dimana musik Jazz tumbuh menjadi populer, musik Jazz saat ini sangat dipengaruhi oleh musisi dengan pelatihan formal dan berlatar belakang klasik, bahkan dari lulusan sekolah musik ternama di Amerika Serikat. Sepanjang sejarahnya, Jazz telah menyerap pengaruh dari rakyat dan musik tradisi Afrika, Asia, dan bagian-bagian lain dunia. Pengembangan instrumen musik terbaru dan karakteristik yang berbeda juga mempengaruhi musik Jazz.

The Sound of Jazz
Jazz dapat dilakukan oleh satu musisi, oleh sekelompok kecil musisi yang disebut combo, atau oleh band besar dari 10 atau lebih musisi. Sebuah combo dibagi menjadi dua bagian: di “garis depan” solo instrumen melodi dan “garis belakang” yang disebut instrumen pengiring pada rhythm section. Garis depan pada umumnya terdiri satu sampai lima “brass” dan instrumen tiup lainnya.

JJF 2010 promo

Bagian irama biasanya terdiri dari piano, bass, drum, dan kadang-kadang gitar listrik atau akustik. Lini depan instrumen melakukan sebagian besar solo. Instrumen ini dapat juga bermain bersama sebagai ansambel. Sebuah band besar terdiri dari instrumen tiup (flute, dan lain-lain), brass (saxophone, trumpet, mini sax, trombon), dan irama bagian.

Irama bagian dalam sebuah combo atau band besar tetap mempertahankan dengan cara memukul dan memoles irama Jazz dengan pola syncopated. Ini juga menyediakan struktur formal dalam notasi musik untuk mendukung solo improvisasi. Drum menjaga irama Jazz tetap mantap dan menambahkan pola-pola irama yang menarik dan sinkopasi. Piano – atau kadang-kadang gitar – memainkan akord atau harmoni dari komposisi musik yang ada. Menguraikan bass harmoni dengan membunyikan notasi bawah pada notasi musik dari akord, pada ketukan kuat disetiap bar musik. Salah satu irama instrumen, terutama piano, mungkin juga bermain solo selama pertunjukan musik Jazz.

Hanging Flattened Brass Section

The Brass
Instrumen brass utama (berbahan logam kuningan) musik Jazz adalah terompet, cornet, dan sliding trombone. Saat ini French horn, valve trombone, baritone horn, flügelhorn, dan bahkan terompet elektronik sering digunakan dalam pertunjukan musik Jazz.

Cornet dan terompet adalah instrumen melodi yang sering dipakai dengan jumlah yang sama, tetapi suara cornet lebih lembut daripada terompet yang bersuara kasar. Kebanyakan pemain Jazz saat ini menggunakan terompet. Sliding trombone (trombon geser) bergabung dengan terompet sehingga menghasilkan perpaduan duet suara yang harmonis. Tipikal brass section pada sebuah big band terdiri dari empat atau lima peniup terompet dan tiga peniup trombon.

Louis Armstrong 1

Peniup terompet dan trombonists Jazz sering menggunakan alat yang disebut “mutes” untuk mengubah atau memvariasikan suara instrumen mereka. Pemusik menyelipkan alat ”mutes” seperti plug (penutup) pada bagian corong instrumen terompet atau menahan plug tersebut.

The Reeds
Klarinet dan saksofon adalah instrumen tiup utama musik Jazz. Flute (seruling), meskipun secara teknis tipe woodwind (berbahan kayu), sering digolongkan sebagai instrumen tiup dalam musik Jazz. Digunakan terutama sebagai instrumen solo.

Klarinet dan saksofon mempunyai tipe dengan menghasilkan suara sopran (tinggi) hingga suara bass (rendah). Hanya klarinet suara sopran yang sering digunakan secara universal dalam musik Jazz. Pada awal sejarah musik Jazz, pemusik yang berdiri di garis depan seperti peniup terompet, cornet dan trombon berjumlah sama.

Alto Saxophone

Sering peniup saksofon lebih dominan daripada klarinet pada penampilan musik Jazz, karena saksofon mempunyai kemampuan volume suara yang lebih besar. Empat jenis saksofon: soprano, alto, tenor, dan bariton saksofon, secara teratur digunakan dalam musik Jazz. Bagian instrumen tiup yang khas dalam big band terdiri dari satu atau dua alto saksofon, dua tenor, dan satu bariton. Musisi Jazz sering memainkan peran ganda dengan memainkan dua atau lebih instrumen tiup, seperti saksofon alto dan tenor saksofon, selama memainkan musik Jazz.

Instrumen Drum
Drum sudah dikenal oleh negro Amerika sejak zaman perbudakan.

main Jazz Drum modern

Instrumen perkusi sederhana ini, sejak awal memainkan peranan penting dalam perkembangan musik Jazz. Dalam pertumbuhan musik Jazz, perangkat drum ini berevolusi sampai menjadi satu orang drumer bisa bermain lebih dari satu instrumen perkusi pada waktu bersamaan. Sejak adanya penemuan pedal kaki-drum bass dan pedal kaki-cymbal yang dioperasikan oleh drumer membebaskan tangan untuk memainkan instrumen perkusi lain, seperti snare drum, tom-tom, cowbells, dan woodblocks.
Penemuan penting lainnya adalah stick drum sikat kawat, digunakan sebagai pengganti dari stick drum biasa atau stick yang berujung mirip palu untuk menghasilkan suara yang lebih halus pada drum dan cymbal. Sekarang ini, drumer musik Jazz dapat menggunakan instrumen perkusi elektronik (digital) yang diciptakan dengan varian berbagai suara hampir tak terhingga dan mereproduksi suara akustik secara akurat di hampir semua tingkat volume suara.

Piano
Sejak masa awal musik Jazz, instrumen piano berfungsi baik sebagai instrumen solo dan sebagai sebuah ensemble instrumen sebagai bagian dari rhythm section.

Jazz Piano

Sekarang ini, instrumen keyboard lain, termasuk elektronik organ, piano listrik, dan alat yang dikendalikan oleh keyboard, bisa menjadi pengganti piano.

The Guitar
Gitar, seperti piano yang mampu dimainkan sebagai aransemen akord atau sebagai melodi. Pada awal musik Jazz, kedua instrumen ini, gitar dan banjo, sering digunakan bergantian. Setelah itu, banjo dan gitar yang paling sering digunakan dalam rhythm section di samping piano. Banjo kemudian akhirnya menghilang dari hampir semua bentuk penampilan musik Jazz. Musisi Jazz menggunakan gitar akustik dalam ansambel dan sebagai instrumen solo sejak awal-awal musik Jazz.
Gitar listrik muncul dalam Jazz pada akhir tahun 1930-an untuk menambahkan notasi musik yang panjang, volume suara yang lebih besar, dan jenis serta efek suara yang baru pada musik Jazz.

Bass
Bass memainkan peranan sebagai akar dari harmoni. Musisi biasanya memainkan bass ganda. Untuk rhythm section dapat menggantikan alat tiup bass, seperti tuba atau Sousaphone. Ketika sebuah organ elektronik digunakan, organ dapat dimainkan bagian bassnya dengan kaki pedal pada instrumen organ tersebut. Gitar bass listrik telah dimasukkan ke dalam susunan ansambel musik Jazz, terutama orang-orang yang memainkan “fusion” dari Jazz dan musik rock.

Instrumen lain
Hampir setiap alat musik Barat dan banyak instrumen non-Barat telah digunakan dalam memainkan musik Jazz, baik pada kurun waktu tertentu atau di era lainnya.
Vibrafon, instrumen mirip dengan xylophone, dan biola layak disebutkan secara khusus. Vibrafon sangat populer dalam musik combo. Biola hanya memiliki beberapa solois terkenal dalam Jazz, mungkin karena volume suara yang tidak bisa menyamai kekuatan terompet atau trombone dalam suatu ensemble musik. Namun disepanjang sejarah musik Jazz ada beberapa pemain biola yang telah terampil memainkan musik Jazz. Instrumen ini pada dasarnya beradaptasi sebagai alat musik dari jenis klasik hingga Jazz. Modern amplifikasi (amplifier) dan perangkat pemanipulasi suara telah memberikan biola kemungkinan-kemungkinan suara baru dan menarik sebagai instrumen musik Jazz.

The History of Jazz (Sejarah Jazz).
The Roots of Jazz (Akar Musik Jazz).
Lagu rakyat dan musik tari perkebunan negro Amerika menyumbang banyak pengaruh pada musik Jazz diawal-awalnya. Bentuk-bentuk musik ini terjadi di seluruh Amerika Serikat bagian Selatan pada akhir 1800-an.

Ragtime, sebuah gaya yang dipengaruhi musik Jazz permulaan yang muncul dari daerah St Louis, Missouri di akhir 1890’s. Dengan cepat menjadi gaya musik paling populer di Amerika Serikat. Ragtime adalah musik yang bervariasi energik dan mempunyai berbagai notasi syncopated, terutama untuk piano, yang menekankan komposisi formal.

Blues adalah suatu bentuk musik yang selalu menjadi bagian penting musik Jazz. Blues terutama tersebar luas di Amerika bagian Selatan. Musik berskala kepedihan dan mempunyai notasi musik berulang-ulang dengan harmoni sederhana, membantu membentuk karakter musik Jazz. Instrumentalis Jazz telah lama mengeksploitasi blues sebagai sarana untuk improvisasi.

Jazz Permulaan.
Musik Jazz sepenuhnya bermula perkembangannya dari kota New Orleans pada awal tahun 1900-an. Jazz gaya kota New Orleans muncul dari tradisi musik band untuk prosesi pemakaman orang negro dan pada saat parade jalanan. Saat ini, jenis ini kadang-kadang disebut Jazz klasik, Jazz tradisional, atau Dixieland Jazz.

Jelly Roll Morton cover

New Orleans merupakan daerah penghasil musik terkenal pertama untuk pemain dan komposer Jazz, termasuk cornetists Buddy Bolden dan King Oliver, cornetist dan pemain terompet Louis Armstrong, pemain saksofon dan clarinetist Sidney Bechet, dan pemain piano Jelly Roll Morton.

Jazz dengan cepat segera menyebar dari New Orleans ke bagian lain dari negara Amerika. Fate Marable memimpin sebuah band yang dimainkan di riverboats untuk orang-orang bepergian ke atas dan ke bawah aliran Sungai Mississippi, New Orleans. King Oliver pindah ke Chicago, dan Jelly Roll Morton tampil di seluruh Amerika Serikat. Lima musisi kulit putih membentuk sebuah band di New Orleans, bermain di Chicago, dan melakukan perjalanan ke New York City, yang menamakan diri sebagai Original Dixieland Jass Band (ejaan segera berubah menjadi “Jazz”). Kelompok ini membuat rekaman gramofon Jazz paling awal di tahun 1917. Mamie Smith membuat rekaman “Crazy Blues” di tahun 1920, dan rekaman dari ragtime, blues, dan berbagai jenis musik Jazz yang segera populer dan memberikan semangat besar masyarakat.

Tahun 1920-an
Tahun 1920-an telah disebut zaman keemasan musik Jazz atau era Jazz. Stasiun radio komersial, yang pertama kali muncul di tahun 1920-an, menampilkan pertunjukan live dengan meningkatnya jumlah musisi Jazz. New Orleans, Memphis, St Louis, Kansas City, Chicago, Detroit, dan New York City semua menjadi pusat kota penting Jazz.

Sekelompok pemuda Midwest, banyak siswa dari Chicago’s Austin High School, mengembangkan jenis improvisasi dan pengaturan yang dikenal sebagai “Chicago style” Jazz. Peniup terompet musisi-musisi ini termasuk Jimmy McPartland dan Muggsy Spanier; cornetist Bix Beiderbecke; clarinetists Frank Teschemacher, Pee Wee Russell, Mezz Mezzrow, dan Benny Goodman; saxophonists Frankie Trumbauer dan Bud Freeman; drumer Dave Tough, George Wettling, dan Gene Krupa; dan gitaris Eddie Condon. Mereka memainkan musik secara inventif harmonis, dan kemampuan teknis beberapa pemain, terutama Goodman, mempunyai tingkat yang lebih tinggi daripada banyak pemain sebelumnya.

Count Basie cover

Di New York City, James P. Johnson mempopulerkan gaya musik baru dari ragtime disebut stride piano. Dengan tenang berpiano, tangan kiri berganti-ganti memainkan satu not dan akord yang bergerak ke atas dan bawah skala musik sementara tangan kanan memainkan solo melodi, yang menyertai irama, dan bagian-bagian chordal yang menarik.
Johnson sangat dipengaruhi pianis Jazz lain, terutama Count Basie, Duke Ellington, Art Tatum, Fats Waller, dan Teddy Wilson.

Fletcher Henderson cover

Fletcher Henderson adalah tokoh utama pertama dalam big band Jazz. Pada 1923, ia menjadi pemimpin pertama yang menyelenggarakan sebuah band Jazz ke brass section, alat tiup, dan irama instrumen. Pembuat aransemennya, Don Redman, adalah orang pertama yang menguasai teknik pembuatan skor musik (notasi musik berbagai instrumen sekaligus) untuk band-band besar. Berbagai band Henderson dari tahun 1920-an dan 1930-an termasuk didalamnya instrumentalis Jazz besar seperti Louis Armstrong dan saxophonists Benny Carter dan Coleman Hawkins.

Armstrong membuat beberapa dari karyanya yang paling terkenal sendiri pada rekaman dengan grupnya Hot Five dan Hot Seven combos di tahun 1925-1928. Peringkat rekaman ini di antara karya Jazz, bersama dengan rekaman duet periode yang sama dengan pianis Earl “Fatha” Hines.
Armstrong juga menjadi penyanyi Jazz laki-laki terkenal pertama yang mempopulerkan cara bernyanyi ”scat” bertempo ¾, yaitu menyanyi tanpa kata-kata yang mengiringi bunyi instrumen musik pada lagu instrumental.

Pada akhir tahun 1920-an dan awal 1930-an, Jazz berlanjut dari musik yang relatif sederhana yang dimainkan oleh musisi yang sering tidak bisa membaca not balok hingga menjadi musik yang lebih kompleks dan canggih. Di antara para musisi yang membawa perubahan ini adalah saxophonists Benny Carter, Coleman Hawkins, dan Johnny Hodges; tim pemain biola Joe Venuti dan gitaris Eddie Lang; dan pianis Art Tatum. Banyak orang menganggap Tatum yang paling memberikan inspirasi dan berbakat secara teknis improvisasi dalam sejarah Jazz.

The Swing Era
Era swing berkembang dari pertengahan tahun 1930-an hingga pertengahan 1940-an. Pada tahun 1932, Duke Ellington mencatat komposisi “It Don’t Mean a Thing If It Ain’t Got That Swing.” “Swing” segera diadopsi sebagai nama gaya terbaru Jazz. Swing menekankan empat ketukan ke bar notasi musik. Big band mendominasi zaman swing, khususnya Count Basie, Benny Goodman, dan Duke Ellington.

Benny Goodman cover

Benny Goodman dikenal sebagai “Raja Swing.” Mulai tahun 1934, band Goodman dan combo membawa swing untuk khalayak nasional melalui pertunjukan ballroom, rekaman, dan siaran radio. Goodman adalah pemimpin band kulit putih pertama untuk fitur gabungan orang kulit putih dan kulit hitam (negro) bermain bersama sebagai musisi dalam pertunjukan untuk publik. Pada tahun 1936, dia memperkenalkan dua solois hitam – pianis Teddy Wilson dan vibraphonist Lionell Hampton. Sampai saat itu, pemisahan rasial telah menahan kemajuan Jazz dan black Amerika pada khususnya. Tahun 1938, Goodman dan bandnya, dan beberapa musisi tamu, melakukan konser terkenal di Carnegie Hall, New York City.
Show mereka adalah salah satu dari yang pertama oleh musisi Jazz dalam setting ruang konser.
Band utama lainnya dari era swing termasuk orang-orang yang dipimpin oleh Benny Carter, Bob Crosby, Jimmy Dorsey, Tommy Dorsey, Woody Herman, Earl Hines, Andy Kirk, Jimmie Lunceford, Glenn Miller, Artie Shaw, Chick Webb, dan menjelang akhir periode, Stan Kenton. Band-band di Kansas City, Missouri, terutama Count Basie band, memiliki khas swing style. Band-band ini mengandalkan bentuk 12-bar blues dan riff background, yang terdiri dari pengulangan melodi sederhana. Mereka sedikit bergantung pada notasi aransemen yang ditulis, sehingga memberikan kebebasan yang lebih besar untuk rhythmic drive dan bersolo improvisasi lanjutan.
Boogie-woogie bentuk Jazz lain yang menjadi populer pada 1930-an. Terutama pada gaya memainkan piano, yaitu memakai 8 ketukan ke bar, menggantikan 4 ketukan ke bar notasi musik. Boogie-woogie menampilkan pola blues tradisional untuk sebagian besar tema musik ini. Musik jenis ini memiliki kualitas intensif yang menciptakan tempo semangat melalui pengulangan pada frasa tunggal. Albert Ammons, Pete Johnson, Meade Lux Lewis, dan Pinetop Smith adalah di antara seniman yang paling penting di jenis boogie-woogie ini.
Penyanyi Jazz yang menonjol selama era swing ini, banyak bernyanyi dengan bigband-bigband. Banyak penyanyi Jazz yang bagus menyaikan lagu yang sudah populer saja. Penyanyi ini termasuk Mildred Bailey, Ella Fitzgerald, Billie Holiday, Nat “King” Cole, Carmen McRae, dan Sarah Vaughan. Penyanyi blues yang terbaik dapat didengar dalam rekaman oleh Jimmy Rushing, Jack Teagarden, Joe Turner, dan Dinah Washington. Selain bernyanyi, Nat “King” Cole adalah seorang pianis Jazz yang hebat dan Jack Teagarden merupakan trombonist Jazz yang hebat.

🙂