Menyambut Java Jazz Festival 2010, pada 5-7 Maret 2010, di Jakarta International Expo Center Kemayoran, kali ini ditampilkan tulisan dengan judul JACK & INDRA LESMANA: A Jazz Legend. Diambil dari situs http://bs-ba.facebook.com/group.php?gid=175572545212&ref=share (11 nov 2009) by Ronald A Verstegen, ditambahkan disana sini untuk memperkaya khasanah:
Jack Lesmana terlahir dengan nama yang berbau Belanda, Jack Lemmers, di Jember, Jawa Timur, pada 18 Oktober 1930. Sampai dengan tahun 1966 Jack yang bermukim di Jakarta, sempat tinggal di bilangan Kampung Bali – Tanah Abang gang 17.
Namanya berubah menjadi Jack Lesmana setelah mencuatnya gerakan Indonesiasi. Nama Lesmana justru diberikan oleh Bung Karno, proklamator dan presiden pertama Indonesia. Tak hanya itu hubungan antara Bung Karno dan Jack Lesmana bahkan bisa disebut dekat. Apalagi pada saat itu Bung Karno tengah gencar- gencarnya mengganyang musik ngak-ngik-ngok yang dianggap produk Barat yang dekaden.
Gerakan budaya yang digencarkan Bung Karno adalah menggiatkan musik yang dianggap mewakili tata krama budaya Timur yaitu irama lenso. Jack Lesmana pun menafsirkan dan memainkan irama lenso itu bersama kelompok yang dipimpinnya saat itu, yakni Orkes Irama.
Kelompok yang juga didukung Mas Yos, pemilik perusahaan rekaman Irama Records ini, lalu merilis album Mari Bersuka Ria dengan Irama Lenso pada dasawarsa 60- an untuk mengimbangi derasnya budaya Barat yang diwakili musik rockn’roll itu.
Di album itu Orkes Irama mengiringi penyanyi top saat itu, seperti Bing Slamet, Titiek Puspa, Lilis Surjani, serta Nien Lesmana, adik kandung Mas Yos yang juga istri Jack Lesmana.
Jack Lesmana adalah seorang ‘pejuang’ jazz Indonesia. Jack banyak memelopori artis-artis jazz indonesia tampil di Taman Ismail Marzuki. Di saat musik jazz Indonesia sedang lesu Jack bersama rekan-rekan yang tergabung dalam ‘The Indonesian All Stars’ justru sukses tampil di luar negeri di acara New York Fair di Amerika.
Sepanjang tahun 70-an, Jack sering muncul di TVRI yang mulai menampilkan gambar berwarna. Jack tampil pada tayangan musik khusus Jazz yang hingga kini acara tersebut masih ada seminggu sekali.
Sedangkan Indra Lesmana yang tidak lain putra Jack Lesmana, dari kecil sudah mewarisi bakat bermusik, khususnya Jazz, yang luar biasa besar dari sang ayah. Jack dan Indra pertama kali tampil berdua dalam sebuah pagelaran musik Jazz di Bandung tahun 1976. Waktu itu Indra masih berumur 10 tahun.
Selanjutnya Jack dan Indra beberapa kali tampil bersama di Taman Ismail Marzuki. Album Children Of Fantasy dibuat dengan format quartet Jazz. Ada Jack Lesmana di electric gitar dan bass, Indra Lesmana di electric grand piano, Karim Suweileh di posisi drum, dan James Morison di trumpet, trombone dan Flugel Horn. Di album ini kita bisa mendengarkan bagaimana kemampuan Indra Lesmana yang masih belia bermain musik Jazz layaknya musisi dewasa yang sudah berpengalaman puluhan tahun.
Lagu Children Of Fantasy kemudian dibuat versi modernnya oleh Indra Lesmana dan ada di album Reborn yang dirilis tahun 2002.