Satu lagi, JK menemukan satu artikel di blog mahasiswi FKUI, Gadis namanya, di http://gadis7.wordpress.com, keterkaitan Barack Obama dengan JAZZ versi wawancara dengan Wynton Marsalis, trumpeter JAZZ terkemuka dari kalangan generasi muda AS.

Mumpung Gadis lagi pusing abis capek semalaman tugas masuk jaga malam di RSCM, pas co-ass di poli interna, jadi teringat kunjungan Barack Obama berapa hari yang lalu. Lagi googling tentang musik JAZZ, Gadis temuin suatu artikel di http://www.telegraph.co.uk yang ditulis oleh Martin Gayford. Judul aslinya sih “Wynton Marsalis: the Barack Obama of JAZZ.” Jadi hubungan antara sang trumpeter JAZZ legendaris muda Wynton Marsalis dengan Barack Obama, sang Presiden AS.
Kelihatannya sih, bisa juga buat sharing tentang musik JAZZ ke temen-temen Gadis yang sama-sama suka ama JAZZ di blog ini. Aku sadur menjadi terjemahan bebas versi Gadis dari link websitenya di http://www.telegraph.co.uk/culture/music/5016106/Wynton-Marsalis-the-Barack-Obama-of-jazz.html seperti ini:

wynton marsalis quartet_COURTESY telegraphDOTcoDOTuk

Peniup terompet dan komposer musik JAZZ muda Wynton Marsalis percaya bahwa ia dan Presiden AS Barack Obama dapat berbagi kebersamaan dengan masyarakat Amerika.
Peniup terompet dan komposer Wynton Marsalis adalah pendukung kuat Presiden AS yang baru, Barack Obama. Saat kemenangan Obama dalam pemilihan terakhir musim gugur lalu, Marsalis memberitahu saya, “Merupakan kesempatan yang indah bagi seluruh negeri karena kami telah membuat keputusan yang cerdas ini dan menunjukkan karya demokrasi Amerika, karena calon yang terbaiklah yang menang…”
Dukungan Marsalis bukan hanya dinyatakan dalam kata-kata, namun juga direalisasikan dalam bermusik.

obama & stevie wonder COURTESY_myvickierubinsonDOTcom

Pada hari peresmian di bulan Januari 2009 lalu, Marsalis tampil sebagai musisi JAZZ untuk inaugurasi Presiden yang baru di sebuah perayaan pribadi Gedung Putih. Itu adalah momen yang sangat pas, bukan hanya karena dua pria Amerika Afrika yang menonjol dari generasi yang sama persis, tahun lahir yang sama pada tahun 1961, Marsalis tiga bulan lebih muda.

Wynton Marsalis COURTESY jalcDOTorg

Sejauh sang trumpeter penuh perhatian pada Obama, juga ada hubungan antara politik Obama, dan musik: “Pesan Obama, jauh sebelum ia populer, adalah tentang membawa masyarakat dalam kebersamaan. “Bahwa kebersamaan, menurut pendapat Marsalis, merupakan salah satu aspek penting dari tradisi JAZZ Amerika. Bahkan, JAZZ dan Amerika berhubungan erat dalam benak Marsalis. Sehari sebelum pelantikan, yang juga merupakan Martin Luther King Day, Marsalis dan 15 musikus dari Lincoln Centre JAZZ Orchestra memainkan musik “Celebration Amerika” di sebuah konser di Washington.

obama & music COURTESY guardianDOTcoDOTuk

Sejauh ini perhatian Marsalis banyak terjalin pada politik, musik dan budaya Amerika Serikat. Ketika saya bertanya padanya apakah JAZZ itu, Marsalis cepat menjawab pertanyaan tersebut. “Blues adalah jantung dari semua musik. Dan irama swing JAZZ adalah ritme yang mengidentifikasikannya. Improvisasi merupakan bidang yang ketiga, termasuk kreativitas dan seni musik JAZZ.” Tapi juga secara mendasar bahwa JAZZ adalah musik kolektif, atau, seperti yang ia katakan, “Semua orang melakukan itu bersama-sama.”

wynton-marsalis_COURTESY kikiandlalalandDOTwordpressDOTcom

“Anda berimprovisasi dalam konteks irama swing yang memungkinkan Anda untuk menaruh ide-ide Anda dalam bentuk cerita dan juga mendorong Anda untuk menaruh melodi sebagaimana Anda bermain musik dengan musisi lain.” “Sebagai contoh, jika irama bass bermain, yang memungkinkan pemain bass gitar untuk menafsirkan gerakan musik, sementara yang lain memainkan alat musiknya. Drummer bisa memiliki banyak interaksi bebas dengan soloist musikus lainnya.”

wynton marsalis & lincoln center orchestra COURTESY BY allaboutjazzDOTcom

Menurut Marsalis, pagelaran itu bukan hanya suatu grup band yang bekerja sama, namun demikian merupakan kolaborasi berbagai generasi dan tradisi budaya. “Dalam semua pertunjukan musik yang saya tulis dan mainkan, saya melakukan pendekatan holistik sehingga bisa memainkan berbagai perbedaan sejarah musik secara bersama-sama.”
Secara umum, musisi JAZZ tampil di satu idiom, tetapi Marsalis telah membuat satu titik pertemuan berbagai aliran. Rekaman terakhirnya, “He and She”, adalah suatu contoh dalam titik itu, terdiri dari berbagai gaya kembali ke ragtime New Orleans abad lalu.

Wynton_Marsalis COURTESY wyntonmarsalisDOTorg

Dalam sebuah artikel yang ia tulis untuk CNN sesaat sebelum hari pelantikan, Marsalis menekankan pentingnya menghargai budaya masa lalu. “Dalam dunia budaya populer, ada perang antar generasi yang menganggap ‘muda’ adalah enerjik dan baik dan ‘tua’ sama dengan old fashioned dan seperti kelelahan. Itu tidak akurat. Budaya menyediakan aliran ide-ide segar selamanya. Generasi yang saling membutuhkan.”
Sebagai seorang pemain terompet muda di New Orleans, dia mengatakan kepada saya bahwa, secara santai Marsalis berhenti mendengar alunan JAZZ musisi besar pada era swing seperti Harry “Sweets” Edison dan Roy Eldridge yang kemudian terkenal di usia 60an mereka. “Saya hanya setengah-setengah mendengarkan musik mereka karena saya pikir, ini adalah musik orang tua, mereka hanya memainkan 2 atau 3 partitur. Aku merasa dari generasi yang lebih muda, kami melakukan sesuatu hal baru pada musik kami, dan itulah yang terpenting dalam bermusik.”
Beberapa tahun kemudian, Marsalis berubah pikiran. “Ketika saya memasuki usia dua puluhan tahun dan mengenal orang-orang ini sebagai kolega bermusik, dan benar-benar mendengarkan mereka bermain musik, ternyata saya punya pendapat yang salah. Hal yang indah tentang musik adalah bahwa Anda dapat terus tumbuh dan berkembang, dekade demi dekade.”

obama

Hal ini yang menjadikan Marsalis konservatif, dalam hal bermusik, bukan hal tentang politik Amerika. Ada bagian musik dari masa lalu, yaitu JAZZ-rock fusion, misalnya. Menurut perasaannya jauh lebih hangat dan inklusif daripada musik jazz akustik. Dari Jelly Roll Morton (yang bermusiknya ditafsirkan secara indah oleh Jelly) sampai dengan post-bop.
Sikap itu membuatnya jadi kontroversial, bahkan menjadi figur agresif. Kritiknya mengeluhkan tentang gerahnya sesuatu yang orisinal dibanding dengan perkembangan baru dalam musik.
Meskipun demikian, hanya sedikit yang berbuat lebih banyak untuk menjaga tradisi JAZZ klasik hidup dalam abad ke-21. Dan tidak ada yang membuat komposisi musik secara lebih ambisius ketimbang Duke Ellington, salah satu pahlawan JAZZ yang dijunjungnya.

COURTESY indianapublicmediaDOTorg

Di antara komposisi musik Marsalis yang paling berani adalah Blood on the Fields (1994), sesuatu yang secara luas memainkan partitur komposisi musik JAZZ yang agung dengan subyek jaman perbudakan dalam album musik JAZZ yang terdiri dari 3 compact disc.
Album “He and She” adalah proyek lain yang unik dan berkarakteristik, yaitu serangkaian komposisi musik JAZZ Waltz yang menawan dimainkan oleh Marsalis dan kuintet nya. Diselingi dengan pembacaan puisi tentang cinta dan diiringi terompet Marsalis. Marsalis adalah pengagum karya-karya penyair Irlandia, Yeats WB, salinan puisi yang ia sadur dari berbagai sumber.
Dia memberi saya suatu penjelasan raphsody dari tema-tema di album He and She: “Ini tentang pria dan wanita, anak laki-laki dan anak perempuan, melewati waktu, jatuh cinta, tidak mencintai, mengingat sesuatu yang kita lakukan saat masih kecil dan mulai pertama kali jatuh cinta, kemudian patah hati, tidak jadi patah hati, bergerak, tinggal bersama, segala hal yang kita lakukan bersama dan saling mengisi, semua karena CINTA.”
Apakah ada, aku bertanya-tanya, hubungan antara JAZZ dan puisi? “Ritme musik adalah konsep yang berhubungan, dan juga sebagai simbol. Seorang penyair mengurangi banyak informasi, mereduksi itu, dan itulah yang dilakukan seorang musisi. Kami bermain beberapa notasi musik, dan banyak hal yang dikompresi ke dalam notasi musik itu.”
Ini adalah konseps puitis yang indah. Tapi ketika saya bertanya padanya apakah JAZZ, jenis JAZZ ala Marsalis, bisa mempertahankan identitas musik di tengah berbagai idiom musik dunia. Jawabannya adalah tegas dan tertentu. “Kami akan tetap bermain musik JAZZ.” Terdengar sebagai jawaban yang jujur dan tegas.

 

**)Album ‘He and She’ (produksi: Blue Note) telah dirilis pada hari Selasa lalu.