Kembali JK menemukan blognya sekretaris RT dibilangan Tebet yang mengulas hubungan musik JAZZ vs gayus. Alamatnya http://rt008.wordpress.com seperti ini:

Apa-apaan sih ini!….judulnya “JAZZ smI vs gayus jjI!”….judul yang aneh! Ooeeeoooh, ternyata ini kepanjangan dari: JAZZ sebagai Musik Idola vs gayus jangan jadi Idola!…. Hehehe…
Apa hubungannya musik JAZZ dengan gayus sang “whos who” negara ini? Okay, tentang hubungannya dengan JAZZ nanti nyambung sendiri.

Yang jelas, betapa mirisnya saya, Yuliansyah, sebagai sekretaris RT dibilangan Kampung Melayu Tebet, mendengar candaan anak2 muda di salah satu food court mall Taman Anggrek. Memang sih, becanda katanya. Yang membuat saya inconvenient ketika mereka menyebut2 bahwa gayus itu bisa jadi idola anak2 muda jaman sekarang! Masya Allah!
gayus, sengaja saya menyebut namanya dengan huruf kecil semua, alasannya engga pantas si borokekek itu ditulis dengan huruf besar, bahkan hanya dengan satu huruf besar pun tidak perlu, dan memang tidak perlu dan tidak pantas. Keluarga bukan… saudara bukan… kenal juga engga… tokoh juga bukan…!
Bahwa si “kepiting rebus” gayus ini mau dijadikan idola oleh anak2 muda, bahkan dikalangan usia remaja… Nah lho! Ini baru berita, Bung! Sayangnya bukan berita yang menggembirakan. Bukan berita yang positif!
Disatu pihak, para motivator2, yang banyak bermunculan di tivi, di seminar, di koran, di toko buku… ups! maksudnya di buku2 nya sang motivator, kita diajarkan agar selalu “positive thinking.”
Untuk Bung gayus yang engga maknyus ini. gayus, sang kasus fulus mulus trus bungkus ke kakus, khusus usus murus-murus biar kurus trus mampusss… hehehe… gayus emang sakti mandra guna. Lebih sakti dari Bang Mandra. Lebih jago dari sby. Lebih hebat dari timur pradopo. Lebih ngeboss dari kompol arafat sang penyidik. Lebih ahli dari jaksa cirus sinaga. Lebih lihai dari bang adnan buyung di ujung payung langsung murung kemerungsungggg! Ah..ha…
Pokoke, jangan biarkan gayus nan jayus, jadi idola siapapun. Perbuatan yang amat sangat berdosa itu, jangan berbalik jadi modus cita-cita para remaja. Bahkan oleh siapapun juga. Ya Tuhan, kabulkanlah permohonanku ini. Amiin…
Hiduplah Indonesia kita!
Lantas… hubungannya dengan musik Jazz? Oh iya, hampir kelupaan ngebahas! Okay. Musik Jazz adalah musik universal untuk semua kalangan. Untuk semua umur.
Sexiest Jazz Pianist - Diana KrallDi dalam unsur musik Jazz, banyak hal bisa didapatkan sebagai filosofi yang positif. Dengan mempelajari musik JAZZ, beserta unsur improvisasi musiknya, kita mendapatkan akar budaya tentang proses kreatif. Tentang kedisiplinan. Tentang ketertiban. Tentang tradisi jeritan jiwa kalangan perbudakan (kalangan bawah).
Akan halnya modus mat gayus, dari sisi proses kreatif mah, iya. Kreatif negatif, pastinya. Improve yang negatif! Hal2 lain tentang si gayus, sangat bertolak belakang dengan filosofi musik JAZZ.
Dalam hal kegembiraan relatif sama. Kalau musik JAZZ memberi kita rasa happy, rasa nyaman. Kalau modus mr. gayus maknyus, mah, kegembiraan semu! Keriaan yang palsu!
Don’t cry for me, Indonesia!!!