courtesy javajazzfestival.com

Hari ini tepat H minus 2 jelang gelegar Java Jazz Festival 2011 yang akan membahana dalam pagelaran Jazz terbesar di dunia! Inilah ritual tahunan edisi ke 7 di bulan Maret tahun 2011 ini yang diselenggarakan oleh Java Festival Production (JFP). Yang dikomandani oleh Peter F. Gontha (Founder and Chairman) dari kantornya di Simprug Jakarta.
Persiapan yang dilakukan sepanjang tahun sejak JJF 2010 berakhir di tahun lalu itu menjadi intens dengan eskalasi yang meningkat dikoordinasikan sejak bulan Desember tahun 2010 yang lalu. Sudah ditetapkan hampir 3 bulan yang lalu melalui konperensi pers di Black Cat Jazz & Blues Club – Pub, Arcadia, Plasa Senayan pada 21 Desember 2010 oleh Peter F. Gontha bersama crew manajemen intinya seperti: Paul Dankmeyer (Program & Artistic Director), Dewi A.L. Gontha-Sulisto (Production & Marketing Director/putri dari Peter F. Gontha), Eki Puradiredja (Program Coordinator & Artists Relations) beserta tampilan sebelum konperensi press dilakukan berupa show musisi muda Ade Irawan, yang memukau pengunjung pub tersebut dengan permainan jari-jarinya di atas tuts piano. Bahkan Peter F Gontha pun mengabadikan melalui cameranya moment tersebut. Sementara di ujung acara, giliran Andien yang diiiringi pemain muda piano Jazz itu.
Java Jazz Festival 2011 yang dijadwalkan 4, 5 dan 6 Maret 2011 dengan venue JIExpo Kemayoran ini melalui penyelenggaranya, JFP berhasil mendatangkan sejumlah tokoh musisi Jazz dunia yang beken dan malang melintang di kancah Jazz music. Bahkan beberapa legenda Jazz dunia tersebut, untuk pertama kalinya melakukan show di Indonesia.

courtesy javajazzfestival.com

Bila pada 2010, tag line temanya bertajuk “Jazzin’ Up Remarkable Indonesia”, di JJF 2011 ini menggunakan tag line tema “Remarkable Indonesia, Harmony Under One Nation”. Alasannya kenapa Indonesia ‘remarkable’ adalah karena di negara yang bahkan jauh dari tanah kelahiran musik Jazz, negara yang selama bertahun-tahun tidak terlalu dianggap di hingar bingar kiprah musik dunia (termasuk Jazz), bisa menyelenggarakan sebuah festival Jazz yang menjadi salah satu festival Jazz terbaik dan terbesar di dunia. Beberapa musik ternama dunia menyebut Jakarta (Indonesia) telah menjelma jadi pusat Jazz dunia. Sejajar dengan New Orleans, New York, Chicago yang telah lama dikenal sebagai pusat kehidupan Jazz.

courtesy javajazzfestival.com

Selama 6 penyelenggaraan JJF yang lalu, panitia JFP berulangkali mengusahakan, akhirnya di JJF 2011 inilah Santana setuju untuk tampil. Dan untuk tampilan yang fenomenal ini, JFP menyiapkan 2 special show, pada hari ke 1 dan ke 2 JJF, Jumat 4 Maret dan Sabtu 5 Maret 2011. Kunjungan Santana ke Jakarta ini merupakan bagian dari “Guitar Heaven 2011 Tour” Santana, dan diharapkan akan menampilkan hits terbaiknya pada lagu-lagu yang menjadi klasik di jaman band Santana tahun 70 – 80an seperti Oye Co Mova, Black Magic Woman termasuk album hits “The Supernatural: Legacy Edition”, dengan tampilan permainan gitar maut rock-blues-latin nya.
Sedangkan George Benson adalah nama yang tidak diragukan lagi akan menyedot penonton JJF 2011 untuk melihat performance nya. Meskipun sudah pernah berkali-kali tampil di Jakarta, George Benson untuk pertama kalinya tampil di JJF dan akan tampil dalam 2 format special show dengan tema yang berlainan, yaitu “George Benson Tribute to Nat King Cole” Sabtu (hari ke 2 JJF) 5 Maret dan “George Benson Greatest Hits” Minggu (hari ke 3 JJF) 6 Maret, kali ini akan berkolaborasi dengan orkestra Indonesia “Magenta” khusus pada show Tribute to Nat King Cole sebagai penghormatan kepada penyanyi legendaris dan pianis Jazz Amerika tersebut.
Sayangnya, penulis lagu dan penyanyi pop Kenny Loggins batal datang dengan alasan kesehatan. Padahal sudah disiapkan special show untuk pembuat beberapa lagu hits tersebut, termasuk sebagai pemenang Grammy Award tahun 1980 untuk “Best Male Vocal”. Beberapa lagunya yang menjadi hits setelah menjadi soundtrack pada film-film yang menjadi klasik tadinya akan ditampilkan antara lain “Caddyshack”, “Footloose”, “Top Gun” and “Over the Top”.

courtesy javajazzfestival.com

Namun masih ada 2 nama legenda Jazz yang conform tampil di JJF 2011 ini, yang pertama Charlie Haden, terkenal sebagai pemain double-bass yang akan terbang ke Indonesia dan tampil bersama grup kuartetnya di beberapa kota selain di JJF ini. Haden telah memenangi 3 penghargaan Grammy Award, kemudian “Jazz Educator of the Year” dari Los Angeles Jazz Society dan penghargaan “Lifetime Achievement Award” dari majalah Bassplayer.
Legenda Jazz satunya lagi, Joey DeFrancesco, pemain organ Jazz terbaik pada dekade ini dengan spesialis pada organ Hammond B3. Sebagai musisi Jazz yang paling diakui dengan bakat sejak usia dini. Ia telah menunjukkan bakat musik pertamanya di usia 10 tahun. Di umurnya yang ke 17 tahun, ia sudah direkrut oleh raksasa Jazz Miles Davis.
Jazz 4ever!

(BERSAMBUNG)