courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Tulisan ini merupakan seri ke-1 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013. Termasuk adanya tulisan Selayang Pandang Java Jazz dan juga Kenangan Java Jazz 2011. Di serial terakhir tulisan ini ada Tips Agar Nyaman Di Java Jazz, khususnya bagi yang membawa bayi atau anak balita, dan sebagainya.

Penyelenggaraan Di Dua Negara Secara Bersamaan
(Interview: Dewi Gontha – Direktur JFP @t December 11, 2012).
Keberhasilan selama delapan tahun berturut-turut, festival selalu digelar di Indonesia, yakni di Jakarta, untuk tahun ini rencananya akan digelar pula di Singapura, dalam waktu bersamaan yakni 1-3 Maret 2013.
“Iya benar, kami diminta perusahaan dari Singapura untuk menggelar Jaza Jazz di Singapura pada tanggal yang sama dengan di Jakarta, 1-3 Maret 2013,” kata Direktur JFP Dewi Gontha. “Dan sebenarnya, kami akan melakukan lebih dari sekedar sharing biaya. Kami berkontribusi pada produksi, termasuk melobi artis, pengaturan acara, dan mencari sponsor,” demikian Dewi Gontha saat interview di Jakarta, pertengahan Desember 2012 silam.

courtesy jazzualityDOTcom

courtesy jazzualityDOTcom

Bagi Dewi, ini merupakan sebuah kebanggan. “Buat kami, ini positif. Sebagai festival yang dikerjakan 99% oleh orang Indonesia, kami bangga bisa berkontribusi di Singapura,” ujar Dewi.
Menariknya, tak hanya tanggal penyelenggaraan yang sama, sejumlah artis pengisi pun sama. Beberapa seniman Jazz internasional akan tampil di kedua kota. “Untuk special show ada Lisa Stansfield, Basia, dan Joss Stone. Di luar itu ada Phill Perry, Bob James, Foureplay, dan lain-lain,” ungkap Dewi. Jadwal tampil mereka tidak akan bentrok. Apalagi jarak Jakarta dan Singapura sangat dekat secara geografis.
Dewi tak risau, penggemar Java Jazz di Indonesia, maupun yang berasal dari Malaysia dan Australia, akan terbang ke Singapura. “Ini dua pasar yang berbeda. Java Jazz di Jakarta sudah punya captive market sendiri. Apalagi dari sisi skala, Java Jazz di Singapura lebih kecil, hanya 4-5 panggung, dibanding yang di Jakarta sebanyak 17 panggung dan lebih komplit,” jelas Dewi.

T-Shirt Java Jazz 2012

T-Shirt Java Jazz 2012

Dewi mengatakan, meskipun tiket presale sudah ditawarkan pada akhir November yang lalu, “Responnya cukup baik,” kata Dewi. “Pada hari ini (Desember 2011), harga untuk tiket untuk all 3 days adalah Rp 525.000, sementara fee untuk daily pass Rp 295.000. Setiap hari, harga akan naik Rp 5.000 sampai hari H acara. “

Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013
(Interview: Paul Dankmeyer – Direktur Artis JFP @t January 24, 2013).
by Agus Setiawan Basuni/WartaJazz.Com.

courtesy antarafotoDOTcom

courtesy antarafotoDOTcom

Tiga puluh lima hari jelang perhelatan akbar tahunan Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2013 akan digelar, tanggal 1 hingga 3 Maret 2013 mendatang, kami ingin menginformasikan sejumlah perkembangan terbaru seputar lineup dan beberapa pertanyaan yang mengemuka terutama di jejaring sosial seperti Twitter.
Oleh karenanya kami mencoba mengorek beberapa informasi melalui Paul Dankmeyer yang bertanggung jawab mengurusi program artis utamanya musisi internasional di Java Jazz Festival 2013.
Pertanyaan kami adalah tentang beberapa penampil yang sudah pernah diundang sebelumnya baik lewat acara Java Jazz Festival ataupun kegiatan lain. Salah satu musisi yang sudah pernah tampil tersebut misalnya, Bob James, Fourplay, New York Voices sampai Brian Simpson, Chuck loeb dan lain-lain.
Paul Dankmeyer mengungkapkan bahwa Java Jazz Festival adalah sebuah festival besar yang berkeinginan menampilkan banyak nama. Diantara nama-nama tersebut ada yang telah tampil di tahun-tahun sebelumnya. “Jika artis yang dimaksud datang kembali, hal itu dikarenakan nama mereka yang cukup populer atau karena kelompok atau artis dimaksud sedang melakukan tour di Asia sehingga lebih beralasan untuk menampilkan mereka. Beberapa nama yang disinggung diatas adalah “pengiring” beberapa artis, misalnya Brian Simpson yang mendukung penampilan Toni Braxton, Dianne Warren, Phil Perry dan banyak lainnya”, demikian ia menjelaskan.
Lebih lanjut kami menanyakan alasan menampilkan Basia dan Lisa Standsfield dalam special shows, Paul menjawab, “Jika nama [yang kami undang] terkenal, terkadang kami harus melakukan penjualan tiket special shows karena biaya yang diperlukan [untuk mendatangkan] artis tersebut cukup tinggi atau karena kami harus mengontrol crowd dan memastikan tidak terjadinya chaos. Sebab ukuran [penonton yang datang memenuhi -red] kapasitas dari festival lebih besar dari tempat dimana sang artis terkenal tampil”.

Bertha n grup Jazz dari Bali - JJF2012

Bertha n grup Jazz dari Bali – JJF2012

Namun berbeda dengan Fourplay justru tidak menjadi spesial shows karena “Pengalaman kami, mereka pernah tampil disini beberapa kali. Jadi lebih sedikit keinginan untuk menjadikannya spesial shows. Sementara Basia dan Lisa Stansfield belum pernah datang atau pernah diwaktu yang lampau”, imbuhnya.
Yang menarik, pada akhir Februari dan awal Maret Norah Jones berada di Singapura dan India. Namun sayang meskipun sudah melakukan koordinasi dengan booking agency Norah, kelihatannya jadwal pianis dan penyanyi asal Amerika Serikat ini padat sehingga tampaknya belum bisa ditampilkan di Java Jazz Festival 2013.
Apakah ada musisi dari Eropa utara yang akan datang? Java Jazz Festival masih mengerjakan hal tersebut. Namun yang pasti Dutch Jazz Orchestra of the Concertgebouw – salah satu orkestra menawan dari Belanda, dipastikan akan datang dan akan mengiringi penyanyi Gregory Porter.
Gregory Porter sendiri akan didampingi musisi asal skandinavia yaitu Magnus Lindgren (reeds) dan bassis asal New York yang pernah ke Jakarta beberapa tahun silam, Ira Coleman.
Sementara itu, susunan penampil dari kelompok alumni Miles Davis, Miles Smiles akan datang dengan formasi sungguh menarik yakni Larry Coryell (gitar), Wallace Roney (trumpet), Rick Margitza (Tenor Saxophone), Darryl Jones (bass), Omar Hakim (drums), Joey DeFrancesco (hammond B3) namun minus Robben Ford.

booth first media di JJF 2012

booth first media di JJF 2012

Penyanyi Roberta Gambarini yang kembali datang akan manggung bersama Roy Hargrove (Trumpet) pada seksi rhythm dan tampil sekali dengan bigband.
So, jadi tambah tertarik menonton Java Jazz Festival 2013?.

Sumber dari liputan langsung crew JK serta suarapembaruan.com, yahoo.com, thejakartaglobe.com, javajazzfestival.com, wartajazz.com, vivanews.com, suaramerdeka.com
(BERSAMBUNG)