courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Please chec it out… tulisan JK di seri ke-1 dengan judul “29 Hari Jelang Java JAZZ Festival 2013 (1)”. Tulisan ini merupakan seri ke-3 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013.

Java Jazz On The Move – Tur Pemanasan Java Jazz Festival Januari-Februari 2013.
Sebelum Festival Java Jazz yang sebenarnya pada bulan Maret, serangkaian acara yang disebut “Java Jazz On The Move” akan diselenggarakan di seluruh kota, dimulai pada pertengahan Januari.
Sebelum memasuki perhelatan musik jazz terbesar di Jakarta bertajuk Java Jazz Festival 2013, Java Festival Production (JFP) selaku penyelenggara festival akan menggelar berbagai rangkaian tur konser pemanasan dalam Road Show sebagai pre-event festival ini.

courtesy antarafotoDOTcom

courtesy antarafotoDOTcom

Situs resmi Java Jazz Festival, road show bertajuk Java Jazz On The Move ini akan digelar dibeberapa tempat yang menjadi pusat keramaian di daerah Jakarta, Tanggerang, Depok, Bekasi dan Bandung. Road show ini dimulai sejak 20 Januari hingga 29 Februari mendatang.
Ajang ini akan menyebarkan virus jazz di tengah-tengah masyarakat lewat musisi-musisi lokal yang juga akan tampil di festival musik tahunan Java Jazz Festival yang akan digelar pada 1-3 Maret mendatang.

courtesy antarafotoDOTcom

courtesy antarafotoDOTcom

Sejumlah musisi yang akan meramaikan acara di beberapa titik road show antara lain Ari Pramundito, Sandy Winarta, Andien, Indonesia Youth Regeneration, Soulvibe, Monita Tahalea dan Maliq n D’Essential. Tak ketinggalan Grace Sahertian, Kosakata, BLQ, Valseto, Mildness, Raisa, Lala Karmela, Fitzpatrick, Abdul N The Coffee Theory, Urban Phat dan Elevation 3.

JJF2012

JJF2012

Java Jazz Festival telah digelar 9 kali. Di tahun ini, festival jazz ini juga kembali digelar selama tiga hari di JIExpo Kemayoran, Jakarta, yang dimeriahkan oleh berbagai musisi jazz dari dalam negeri hingga internasional.

booth WartaJazz.Com

booth WartaJazz.Com

Musisi internasional yang dipastikan tampil di festival tahun ini adalah Joss Stone dan Lisa Stansfield, yang selalu memberikan penampil spesial. Musisi lain yakni, Balance and The Traveling Sounds, Bob James, Brian Simpson, Chucho Valdez, Chuck Loeb, Eldar Djangirov trio, Fourplay, Gregory Porter, Ira Coleman, James Carter trio, Kenny Garrett quintet, Magnus Lindgren, New York Voices, Phil Perry, Soulrebels, Sypro Gyra dan Wouter Hamel.

JJF2012

JJF2012

Java Jazz Selayang Pandang.
Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) merupakan festival musik jazz terbesar, bahkan di dunia, yang setiap tahunnya diselenggarakan setiap awal bulan Maret di Jakarta. Acara ini pertama kali di launching pada tahun 2005. Selain menghadirkan musisi jazz mancanegara maupun dalam negeri, festival ini juga menampilkan musisi dari genre musik lainnya seperti R&B, soul, dan reggae.
Pada tahun 2010, Museum Rekor Indonesia (Muri) memberikan penghargaan untuk ajang ini atas prestasinya sebagai festival jazz terbesar di dunia sebanyak 1.300 musisi, artis dan grup musik pada 21 panggung yang tersedia saat itu.
Pengusaha Peter F. Gontha, yang juga ayahanda Dewi Gontha adalah orang di balik kemegahan festival jazz ini. Konon, Peter termotivasi dan terinspirasi dari visi bahwa orang-orang dari seluruh dunia dapat bekerja bersama dalam damai dan harmoni melalui media musik yang indah.
Pada situs http://www.javajazzfestival.com, disebutkan bahwa JFP percaya bahwa apa yang dilakukan berawal dari passion yang sama, yaitu untuk menghasilkan festival musik kelas dunia yang akan mengangkat nama Indonesia di mata dunia.
Ajang ini seolah telah menjadi ‘agenda wajib’ yang harus dikunjungi, bukan hanya penikmat jazz murni, namun juga kalangan eksekutif. Tak heran setiap tahun jumlah pengunjung Java Jazz selalu meningkat.
Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan penyelenggara memindahkan lokasi dari Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, pada tahun 2010. Menurut Peter F. Gontha, alasan kenyamanan pengunjung menjadi pertimbangan pemindahan lokasi tersebut.
Pada tahun 2012, lineup artist termasuk bintang internasional seperti Stevie Wonder, Herbie Hancock, Al Jarreau, Erykah Badu dan Bobby McFerrin.

JJF2012

JJF2012

Dari situs javajazzfestival.com pada halaman bertajuk “Rock and Roll Hall of Fame Akan Datang ke Java Jazz” disebutkan Jimmy Cliff, musisi pemenang Grammy, aktor, penyanyi, penulis lagu, produser terkenal karena karyanya yang membantu populernya Reggae ke seluruh dunia. Dijadwalkan untuk tampil di Edisi ke-9 dari Java Jazz Festival ini. Dengan banyak hits termasuk “The Harder They Come”, “Sitting In Limbo” dan mungkin yang paling dikenal oleh para penggemarnya di Indonesia “I Can See Clearly Now,” Jimmy pasti akan membuat tambahan menarik untuk lineup artist Java Jazz.
Pastikan untuk menandai kalender Anda pada tanggal 1 Maret 2013 untuk menyaksikan tampilannya di salah satu festival jazz terbesar di dunia ini.

Kenangan Pasca Gelegar Java Jazz 2011.
Empat Gitar, Satu Sondre Lerche.

Penyanyi dan gitaris asal Norwegia, Sondre Lerche malam ini tampil santai di Java Jazz 2011. Memakai kaus oblong abu-abu dibalut celana jeans biru, ia manggung berbekal empat gitar. Tanpa band pengiring.
“Malam ini hanya ada aku dan Anda. I feel naked,” kata penyanyi kelahiran 1982 itu di hadapan sekitar seribuan penonton di PRJ, Kemayoran, Jakarta, Sabtu 5 Maret 2011.
Sondre Lerche tampil atraktif, dan intim dengan para audiensnya. Beberapa kali ia mengajak penonton bernyanyi. Tak jarang ia menghentikan petikan gitarnya, dan membiarkan hanya suara penonton terdengar. “Anda sekalian seperti penyanyi profesional,” kata dia.
Bertemakan akustik, Sondre membawakan sejumlah tembang hits miliknya seperti ‘Say It All’ dan ‘Sleep on Needle’. Gayung bersambut, format yang Sondre tampilkan kali ini cocok dengan penonton yang kebanyakan remaja.

baliho depan JIExpo JJF2012

baliho depan JIExpo JJF2012

Sondre Lerche lebih dikenal publik Indonesia melalui tembang ‘Two Way Monologue’ pada tahun 2004-2005. Lahir di Bergen, Norwegia, musikalitas Lerche banyak dipengaruhi oleh pemusik tahun 80-an seperti A-ha, the Beach Boys, and Prefab Sprout.
Guru gitarnya kemudian memperkenalkan dia kepada musik Brazil seperti Bossa Nova yang pada akhirnya menjadi dasar kompleksitas musik Lerche. Ia pun melepas album pertamanya pada 2000.

Sumber dari liputan langsung crew JK serta suarapembaruan.com, yahoo.com, thejakartaglobe.com, javajazzfestival.com, wartajazz.com, vivanews.com, suaramerdeka.com
(BERSAMBUNG)