courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Please chec it out… tulisan JK di seri ke-1 dengan judul “29 Hari Jelang Java JAZZ Festival 2013 (1)”. Tulisan ini merupakan seri ke-4 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013.

Kenangan Pasca Gelegar Java Jazz 2011.
Suguhan Renyah Accoustic Alchemy.

Grup Musik jazz asal Ingris, Accoustic Alchemy, malam ini tampil gemilang di ajang Java Jazz Festival 2011. Mereka tampil dalam formasi akhir yang terdiri dari Greg Carmichael (akustik gitar), Miles Gilderdale (akustik/elektrik gitar), Julian Crampton (bass), Greg Grainger (drum).

courtesy kaskusDOTcoDOTid

courtesy kaskusDOTcoDOTid

“Sangat menyenangkan bisa berada di sini. Kalian tahu, di Inggris sana sekarang ini dingin sekali, di sini banyak kehangatan,” ujar Greg Carmichael saat menyapa para penonton Java Jazz Festival 2011 di hall A3, komplek JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu 5 Maret 2011 malam.
Permainan duet gitar Greg dan Miles mampu membius kurang lebih dua ribu penonton yang santai mengikuti petikan nada yang mengalun lembut, syahdu, menyentuh kalbu.
Grup musik beraliran instrumental smooth jazz ini menyajikan komposisi lagu instrumen. Nomor komposisi berjudul ‘jamaica Heartbreak’, ‘Playing for Time’, dan ‘Overnight Sleep’, adalah yang paling sukses membuat penonton bergoyang, dan bersorak atas kelihaian mereka memainkan instrumen masing-masing.

booth Heineken JJF2012

booth Heineken JJF2012

Sepuluh lagu yang mereka bawakan terasa masih kurang. Namun penonton terpaksa harus puas ketika Greg Carmichael mengucapkan terima kasih, dan mereka semua menghilang ke balik panggung.
Dengan suguhan dari Accoustic Alchemy, anggapan musik jazz itu rumit dan membuat kening berkerut, terbantahkan. Permainan Accoustic Alchemy sungguh luwes, renyah, sederhana, dan berkesan ringan di telinga. Tapi juga berkarakter kuat.

Tiga Band Lokal Tampil di Java Jazz 2011.

JJF2012

JJF2012

Seperti tahun sebelumnya, Jakarta International Java Jazz Festival 2011 mencakup pula kegiatan ajang pencarian bakat yang dilakukan oleh Axis sebelum festival dilangsungkan.
Tahun ini, kegiatan bernama Road to Java Jazz Festival 2011 dan Road to Java Jazz Festival 2011 Goes to School, diadakan di 31 kota di seluruh Indonesia, dan masing-masing terbuka untuk kategori yang berbeda yakni masyarakat umum dan pelajar.
Para pemenang kompetisi yang beruntung mendapat kesempatan untuk tampil di festival kelas dunia di Jakarta. Tiga pemenang dengan dukungan polling SMS paling banyak juga diundang untuk datang ke festival sebagai tamu khusus.

logo wall booth WartaJazz.Com JJF2012

logo wall booth WartaJazz.Com JJF2012

Dari 1.400 peserta yang mengikuti audisi, pemenang yang berkesempatan tampil di ajang Java Jazz Festival 2011 adalah 3 band dari daerah yakni Holiday (Yogyakarta), East Project (Bandung), dan D’friends (Makassar) sebagai juara di kategori Umum. Ketiga band ini akan tampil di panggung festival, berkolaborasi dengan penampil lain.
“Kami bangga dapat kembali menghadirkan Jazz Festival tahunan terbesar di Asia Tenggara yang memamerkan beragam talenta musisi lokal dan internasional,” kata Eric Mallia, Chief Marketing Officer Axis, pada keterangannya, 5 Maret 2011.
“Kami juga sangat menantikan penampilan dari musisi lokal berbakat yang kami temukan dari ajang pencarian bakat ‘Road to AXIS Java Jazz’ dan ‘AXIS Road to Java Jazz Goes to School’ yang kami selenggarkaan di 31 kota di Indonesia,” ucap Eric.

Melayu Seksi Marcell.
Berbaju longgar warna putih, celana hitam, dan ikat batik yang dililit di pinggang membuat penampilan Marcell tampak serasi dengan alat musik tradisional yang menemaninya di atas panggung.
“Ini celana silat sebenarnya, tapi bajunya memang rada etnik,” kata Marcell pada VIVAnews, usai manggung di D1 Tebs Hall, JIExpo Kemayoran Jakarta, Jumat 4 Maret 2011.

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Marcell membawakan beberapa tembang miliknya seperti ‘Ketika Kau Menyapa’ dan ‘Firasat’. Pada tembang ketiga, dia berkolaborasi dengan Pandji lewat ‘Lagu Melayu’. Sebuah lagu yang terdengar riang dan kaya akan sentuhan etnik Melayu.
Tak berhenti sampai disitu, suasana yang tadinya dingin, berubah memanas kala Marcell bergoyang seksi di atas panggung. ‘Candu Asmara’ yang dia bawakan sambil sedikit menggerakkan tubuhnya, membuat histeris sebagian penonton perempuan.
“(Goyangan) itu nggak bisa dibuat ya, tergantung atmosfer audiens juga. Saya cuma ingin memberikan energi yang terbaik dari diri saya, jadi ada gimmick-gimmick tertentu yang terus terbuat sendiri,” kata penyanyi bertubuh tegap itu.
Tentang musik yang dia bawakan, Marcell memang sengaja tampil beda. Dia ingin memadukan unsur etnik tradisional dengan musik pop miliknya.

Bertha n grup Jazz bali

Bertha n grup Jazz bali

“Awalnya saya berfikir kayaknya kalau kita ngejazz-ngejazz terus, semuanya kan di sini dengar jazz dan itu akan sangat tidak menarik makanya saya stay di musik saya, pop, tapi saya ingin membawakan pop secara Indonesia. Makanya saya kolaborasi dengan Bang Saad juga pada suling, biar dinikmatinya dari perspektif yang lain,” kata bintang ‘Madame-X’ itu.
Marcell menambahkan jika kolaborasinya membawakan lagu Melayu dalam penampilan ketiganya di panggung Java Jazz Festival kali ini bukan tanpa alasan. “Minimal saya menunjukkan pada diri saya sendiri kalau saya nggak malu jadi orang Indonesia, bahwa saya bangga jadi orang Melayu.”
Sebelum penampilannya berakhir, dia membawakan sebuah tembang lawas yang telah di-recycle, ‘Takkan Terganti’. Tembang itu mampu mengganti suasana yang tadinya gembira menjadi haru, penonton pun serempak ikut bernyanyi bersama Marcell.

George Benson Obati Rindu Penonton Java Jazz.
Java Jazz Festival 2011 telah memasuki hari terakhir. Di panggung utama, George Benson tampil memukau sekitar 2.000 penonton. Ini penampilan keduanya dalam ajang tahun ini, tapi peonton tetap saja membludak.

JJF2012 corner

JJF2012 corner

Di hari sebelumnya, gitaris yang juga penyanyi ini membawakan tema Tribute to Natking Cole dengan diiringi oleh Magenta Orchestra. Tapi di penampilan kedua Benson di ajang Java Jazz Festival, Arena PRJ, Kemayoran, jakarta Pusat, Minggu 6 Maret 2011, ini sangat berbeda.
Pria kelahiran 22 Maret 1943 ini tampil all out dengan diiringi bandnya, dengan membawakan sejumlah lagu yang sempat menjadi hits seperti Nothing Gonna Change My Love for You, The Greatest Love Of All.
Penonton pun dibuatnya bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama yang dimainkan. Di sela-sela pertunjukkannya, tak lupa ia menyapa para penonton dan mengungkapkan kebahagiaannya menghibur masyarakat Indonesia. “Saya sangat senang menghibur anda disini,” ujarnya.
Pertunjukannya yang selama 1,5 jam itu pun berakhir menggoreskan senyuman dan menghapuskan rasa rindu terhadap tembang-tembangnya. Usai penampilan perdananya kemarin, penyanyi yang meraih banyak penghargaan Grammy itu bercerita tentang persiapan peluncuran album solo terbarunya.

JJF 2012

JJF 2012

“Semuanya sudah selesai saya kerjakan. Saya banyak mengerjakannya di rumah, saya memainkan ide-ide baru yang orang lain belum dengar,” ujar musisi 67 tahun itu kemarin.
George Benson terpesona melihat antusiasme penikmat musik yang tumpah ruah di D2 Axis Hall, kemarin. Terlepas dari pertunjukkan yang greget, ia begitu menikmati keriuhan di ruang pertunjukannya.

Sumber dari liputan langsung crew JK serta suarapembaruan.com, yahoo.com, thejakartaglobe.com, javajazzfestival.com, wartajazz.com, vivanews.com, suaramerdeka.com
(BERSAMBUNG)