courtesy wikimediaDOTorg

courtesy wikimediaDOTorg

Joss Stone tampil pada special show Java Jazz 2013 pada hari Jumat 1 Maret 2013 atau di hari ke-1 di Hall D2 pada festival Jazz terbesar di Indonesia tahun 2013 ini. Genre musik yang ia bawakan adalah Pop atau Soul music. Joss Stone telah terobsesi dengan musik soul sejak ia masih kecil. Di awal masa remajanya ia sudah mulai mengasah kemampuan intuitifnya hingga sekarang mempunyai ciri khasnya vokal yang serak sedikit melengking. Kemudian bernyanyi bersama pada album dan tampilan The Greatest Hits Aretha Franklin.

courtesy3 jossstoneDOTcom

courtesy3 jossstoneDOTcom

Karir bernyanyinya dimulai pada usia tiga belas, deal kontrak rekaman pada usia 15, dan merekam pembuatan album debut bintangnya, The Sessions Soul, yang dirilis pada tahun 2003. 10 tahun sesudah sesi debut album yang menakjubkan itu, Joss memutuskan untuk membawa kembali siklus yang membuatnya terkenal itu. Hasilnya penjualan jutaan copy album The Sessions Soul Volume 2. Hal ini menjadi sesi yang menggairahkannya dalam berolah vokal, semangat dan kekuatannya. Menampilkan beberapa tembang dari seorang seniman di puncak kekuatan vokalnya.
Album keduanya, Mind Body & Soul tahun 2004 memanfaatkan momentum komersial Soul Session dan meraih tiga nominasi Grammy, termasuk kategori untuk Best New Artist. Hal ini juga melahirkan single hits UK Top 10, “Had You Me”, dan meraih dua penghargaan Brit Awards pada tahun yang sama.

courtesy jossstoneDOTcom

courtesy jossstoneDOTcom

Album ketiga, Introducing Joss Stone tahun 2007, adalah usahanya yang lebih independen dalam mengemas albumnya. Di album ini kemampuan Joss memamerkan kebisaannya menulis lagu, dan mengungkapkan betapa penyanyi itu benar-benar telah mengambil hati penggemarnya di Amerika, ketika singlenya naik pada tangga lagu AS di ranking 2. Menandai debut tertinggi untuk artis solo wanita Inggris di tangga lagu Billboard Amerika. Dengan lebih dari 11 juta penjualan albumnya dan jam terbang yang semakin bertambah. Termasuk kolaborasi baru pada rekaman album bersama Dave Stewart dan Mick Jagger. Suatu petualangan terbarunya di dunia musik. Tahun 2012 sepertinya waktu yang tepat baginya untuk kembali ke model The Soul Session dari perspektif baru.

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Di usia muda nya ini dan karir bermusik yang cukup panjang, Joss telah tampil manggung bersama James Brown, Gladys Knight, Solomon Burke, Blondie, Smokey Robinson dan Melissa Etheridge dan banyak pemusik lainnya. Dia berkontribusi untuk album Jeff Beck dan Ringo Starr. Tampil pada The Pre-Game Show Super Bowl yang dilakukan pada acara anugerah Grammy. Kebetulan Joss memenangkan penghargaan Grammy dalam acara tersebut! Dalam 25 tahunnya Joss berkecimpung di masa-masa keajaiban musiknya, dia mendekati semua itu dengan rasa kemerdekaan. Stone tampil bak pemberontak seni, dia menari bertelanjang kaki di atas panggung, mewarnai rambutnya dengan berbagai warna, berbicara tentang isu-isu yang membuatnya bergairah, semuanya itu membuat penggemarnya semakin menyukainya. Bebas dan bersemangat, mengikuti nalurinya sendiri setiap waktu.

courtesy jossstoneDOTcom

courtesy jossstoneDOTcom

Beberapa tahun terakhir ini kita telah melihat album-albumnya lebih lanjut: “Color Me Free” tahun 2009 dan pada tahun 2011 ada 2 rilis debut album Joss melalui label Stoned Records “LP1.” Ditulis dan direkam bersama Dave Stewart serta proyek kolaborasi “Superheavy” dengan Mick Jagger, Dave Stewart, Damien Marley dan AR Rahman.
Meskipun beberapa babak dalam kehidupan Stone di usianya yang masih muda ini, pendekatannya untuk musik, kadang dalam bentuknya yang unik, digabung dengan latar belakang hampir satu dekade bersusah payah menggali pengalaman dalam industri musik, yang mencirikan pola pikir Joss Stone. Jika dia sangat ingin melakukan sesuatu, dia akan melakukannya, tidak peduli apa hambatannya. Walaupun hanya untuk bersenang-senang saja.

courtesy jossstoneDOTcom

courtesy jossstoneDOTcom

Dia sudah berpikir bahwa itu sangat menyenangkan untuk kembali di mana semuanya dimulai dari penjelajahan getar-getar dari album Soul Session yang pertama. Kali ini sebagai seorang seniman sejati.
Sebuah panggilan telepon dari seseorang, Steve Greenberg di S-Curve Records, yang kemudian deal tandatangan kontrak dengan Stone remaja. Seperti yang sering terjadi dengan Stone, sebuah ide dengan cepat menjadi kenyataan, The Soul Session Volume 2. Kali ini sebagai perusahaan patungan antara keduanya. Ditambah kolaborasi dari musisi Ernie Isley pada gitar, Delbert McClinton dan grup orisinal Muscle Shoals Swamper Clayton Ivey berkumpul bersama untuk sesi electrifying record album di Nashville.

courtesy fanpopDOTcom

courtesy fanpopDOTcom

Stone berkomentar: “Saya sangat berbahagia membahas ide album Soul Sessions dan saya benar-benar senang dengan hasil yang didapat, komitmen jangka panjang dengan label Stoned Record. Rasanya tepat bekerjasama dengan Steve dan S-Curve. Untuk rilis ini saya pikir ada beberapa lagu yang akan populer di album ini dan saya mencintai mereka tampil sebagai musisi brilian ….. jadi saya berharap orang-orang akan menikmatinya.”
The Soul Sessions Volume 2 meliputi versi lagu-lagu klasik seperti For God’s Sake, Give More Power To The People (awalnya direkam oleh Chi Lites) dan The Love We Had (Stays on my Mind) oleh Dells, sama baiknya dengan single hitsnya The High Road hitsnya Broken Bells. Lain lagi versi berkelas Womack & Womack s “Teardrops” serta Pillow Talk oleh Sylvia. Single pertama dari album ini akan menjadi uptempo summer sound dari While You’re Out Looking For Sugar, awalnya direkam oleh The Honey Cone. Ini semua menjadi pengingat kita, mengapa kita jatuh cinta dengan Joss Stone pada pandangan pertama.