courtesy basiawebDOTcom

courtesy basiawebDOTcom

Tampil pada 2 kali special show di Java Jazz 2013, pada hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 di Hall D2 dan pada hari ke-3 Minggu # Maret 2013 di Hall D1. Basia muncul melalui kerja kerasnya, It’s That Girl Again, sebuah album yang menghantarkan Basia mempunyai trade mark secara global sebagai penyanyi pop/jazz sampai hari ini. Dari lagu pertamanya If Not Now Then When, dengan lirik ‘the bouncing melody, soaring horns, and the feeling that you’ve landed in a small fiesta’, seolah-olah dia tidak pernah pergi meninggalkan kita. Basia dan teman kolaborasinya Danny White, pemain keyboard, selalu mengambil pengaruh irama dan gaya musik Latin abadi, suara soul dan R & B klasik Amerika, dan jazz Polandia tahun50-an dan 60-an, yang berirama segar. Album ini tidak terjebak kenangan di masa lalu, melainkan melesat ke depan, membangun kreatif selama karir mereka bermusik.
Basia lahir di Jaworzno, Polandia. Pada tahun 1969, ia memulai debutnya sebagai penyanyi tamu pada band rock lokal amatir, Astry. Tampil bersama di Polish Festival of Beat Avangarde in Kalisz, di mana mereka menjadi pemenang. Berkat tampilan ini, Basia menjadi anggota kelompok vokal yang semuanya wanita yang populer di Polandia , Alibabki, pada masa1972-1974. Dari tahun 1977 sampai 1979, ia bernyanyi dengan grup band rock Perfect.

courtesy basiasongsDOTcom

courtesy basiasongsDOTcom

Tinggal untuk sementara di Chicago pada tahun 1979, kemudian pindah ke London pada tahun 1981. Bertemu Mark Reilly dan teman lamanya Danny White, yang masih bersaudara dengan gitaris jazz Peter White. Pada tahun 1983, penampilan trio dilakukannya sebagai grup pop-jazz Bronze, tapi belakangan berubah nama grupnya menjadi Matt Bianco dan merekam album debut mereka Whose Side Are You On? Dirilis pada tahun 1984. Album ini menjadi hits di seluruh Eropa, terjual lebih dari 1,5 juta kopi dan kemudian membawa dua lagu pada Top 30 Hits di UK Singles Chart:. ” Get Out of Your Lazy Bed ” dan ” Half a Minute “

Pada tahun 1985, Basia dan Danny White meninggalkan grup trio Matt Bianco untuk memulai karir solo. Pada tahun 1987 album pertama nya Time and Tide dirilis terjual hampir dua juta kopi. Sebagai artis solo, Basia mencapai keberhasilan terbesar di Amerika Serikat, di mana dia menjual lebih dari satu juta unit dari album debutnya itu. Ini membawanya ke U.S. top 30 track “Time and Tide” on the Billboard Hot 100 chart dan masuk hits di acara TV “Prime Time TV” and “New Day for You”. Pada tahun 1989 album kedua, London Warsaw New York, mengulangi lagi prestasi yang sama. Juga terjual hampir dua juta unit, termasuk lebih dari satu juta di Amerika Serikat dan menampilkan hit lain pada Top 30 hit on the Billboard Hot 100, “Cruising for Bruising”. London Warsaw New York termasuk lagu Stevie Wonder “Until You Come Back to Me” dan “Baby You’re Mine”, hits Basia yang lain. Kedua album menduduki tangga puncak Billboard’s Top Contemporary Jazz Albums, tetapi album kedua juga menjadi Top Contemporary Jazz Album of the Year, bahkan mengalahkan pemenang Grammy Award-winning Album of the Year, Back on the Block, dari Quincy Jones. Sementara mencapai sukses besar di pasar AS, Basia juga menjadi artis yang sangat populer di Asia (terutama di Jepang dan Filipina) dan Eropa, terutama di Prancis. Pada tahun 1991 ia merilis video format panjang pertamanya A New Day yang berisi semua videonya dan wawancara. Pada tur ke-2, dimana tiket pertunjukkannya laku keras terjual habis, berkat keberhasilan single hits nya Cruising For Bruising yang menghasilkan album platinum kedua untuk Basia.

Sebuah potret yang lebih jelas tentang seniman muncul di tahun 1994 The Sweetest Illusion, sebagai a more organic sound yang dikembangkan Basia, dengan format full band dan berbagai tekstur musik yang lebih dalam. Sekali lagi daya tarik mereka muncul pada album lintas genre Drunk On Love, menjadi nomor 1 Billboard Club Play hit. Sementara, The Sweetest Illusion menanjak naik pada chart album pop di radio-radio. Hasilnya adalah puncak tur dunia yang memakan waktu 2 minggu di Broadway, direkam pula untuk album live Basia on Broadway.

courtesy basiasongsDOTcom

courtesy basiasongsDOTcom

Danny, bersama dengan gitaris / vokalis Mark Reilly, mengajak Basia kembali membuat album rekaman re-condition dari album Matt’s Mood tahun 2004 dari grup Matt Bianco. Kolaborasi tiga jawara ini menggabungkan lagu-lagu pop, swing jazz, Latin, lounge-jazz dan rekaman soundtrack film spy untuk efek suara yang dramatis. Ketika tur promosi album itu, mereka menemukan respons yang antusias dari para penggemarnya. Penggemar setia yang berdedikasi dan senang melihat Basia kembali beraksi. Reaksi penggemarnya ini, mendorong Basia menelurkan album It’s That Girl Again pada periode kreatifnya.

Lagu-lagu pada album It’s That Girl Again merupakan suara pop global Basia digabung dengan aransemen musik yang sulit dan instrumentasi alat musik yang menakjubkan. Setiap lagu adalah dedikasi kepada seseorang dalam kehidupan Basia, meskipun dalam narasi di album tersebut, ia menggambarkan banyak karakter yang dapat berhubungan dengan tiap lagu. Dukungan musik yang inspiratif dan banyak aransemen baru, merupakan surprise buat penggemarnya. If Not Now Then When adalah suatu introduksi yang sempurna dari Basia, dengan melodi yang mengasyikkan, lirik romantis dan live alat musik perkusi. Pengakuan jujur pada A Gift diatur ke irama melodi yang mendayu-dayu dibingkai oleh suara gitar akustik. Someone for Everyone, melihat Danny menarik keluar semua nada piano, organ gereja dan keyboardnya. Everybody’s On The Move meluncur dengan rasa upbeat rock. There’s A Tear adalah sebuah ballad seolah-olah mengingatkan kembali pada lagu-lagu cinta Stevie Wonder tahun 80-an.

Intensitas irama tango secara tajam terdengar ‘Love Lies Bleeding’ dan ‘I Must’ yang menakjubkan, seolah-olah menghantarkan kita pada aroma lagu-lagu pada film Jame Bond. “Blame It On Summer bagaikan kehangatan ideal pada cuaca musim dingin. Lantunan vokal yang berlapis-lapis seperti pada Two Islands membuat kita merasa berada di dua pulau yang indah. Yang terasa ringan pada lagu Winners, membawa ke pikiran sukacita berada disuatu karnaval. Lagu dengan irama Polandia yang lembut dapat didengar pada They Know Nothing About Us yang mempunyai lirik yang tegas. Amelki Śmiech adalah lagu yang merayakan kehidupan baru Basia dengan menggambarkan adegan acara perpisahan dan perasaan hati yang gundah pada kampung halamannya di Polandia dengan lirik yang menggugah hati.

courtesy basiawebDOTcom

courtesy basiawebDOTcom

Bergabungnya Basia dan Danny secara erat pada grup dengan para musisi seperti gitaris Peter White, trumpeter Kevin Robinson dari grup Simply Red dan Incognito dan drummer Marc Parnell dari grup Joan Armatrading dan Damian Rice dalam masa-masa dimana vokalnya diproses dan dikompresi secara apik. Lagu It’s That Girl Again mengingatkan kita bagaimana rasanya mendengar musik yang lugas dan dinyanyikan langsung dengan perasaan tulus. Dari awal memetik gitar pertama kalinya hingga ke sorak-sorai terakhir dari kerumunan penggemarnya, album itu menunjukkan besarnya seorang Basia sampai sekarang. Tepat dengan kedatangan Basia dan lagu It’s That Girl Again tersebut.
(Leslie Osborn 2008)