courtesy vervemusicgroupDOTcom

courtesy vervemusicgroupDOTcom

Jakarta International Java Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan 1-3 Maret 2013, dihadiri musisi besar Dave Grusin dengan membawa anak emas gitaris Lee Ritenour.
Tampil pada 2 hari Java Jazz Festival 2013, di hari ke-1 Jumat 1 Maret 2013 dijadwalkan pukul 22.00 – 23.15 dan hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 dijadwalkan pukul 19.00 – 20.15. Semuanya di BNI Hall A3.
Tulisan ini seri pertama dari 3 serial tulisan yang dimuat sambung menyambung sampai selesai.
Dave Grusin lah yang menggelorakan era jazz fusion melalui imperium rekaman GRP. Pianis pendiri Grusin Rosen Production (GRP) ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar musik jazz di era 70 an sampai 80 an.

courtesy vervemusicgroupDOTcom

courtesy vervemusicgroupDOTcom

Di masa itu terjadi fenomena yang membahana, yaitu era jazz fusion, yang langsung “tune-in” di industri rekaman.
Penampilan di Indonesia merupakan yang pertama bagi Dave Grusin, termasuk untuk Java Jazz kali ini. Pada Java Jazz sebelumnya yang datang adalah para artis dibawah bendera GRP. Hingga sekarang ini Dave Grusin menjadi tamu istimewa bagi pengunjung Java Jazz 2013.

courtesy yeahboDOTnet

courtesy yeahboDOTnet

Grusin yang di dijadwalkan datang beberapa hari menjelang Java jazz itu, akan tampil bersama “anak emas” gitaris Lee Ritenour. Maka jika kedua kampiun ini muncul, dipastikan akan menjadi sebuah pertunjukan yang spektakuler.

courtesy verlamusicadepereDOTblogspotDOTcom

courtesy verlamusicadepereDOTblogspotDOTcom

Grusin dan Ritneour adalah dua kombinasi dahsyat tak terpisahkan. Kombinasi duo fusionist ini terjadi sejak Dave Grusin mengajak gitaris itu di konser besar GRP dan The Dream Orchestra pada awal tahun 80 an. Dalam gaya musik jazz yang awalnya seolah menentang definisi jazz standard, yaitu jazz-fusion, Lee Ritenour dan Dave Grusin telah berkolaborasi pada album yang sering dikritisi oleh pengamat musik jazz, berupa rekaman-rekaman album seperti On The Line (1983), Harlequin (1985), Two Worlds (1999), Amparo (2008).

courtesy artlinkDOTcoDOTza

courtesy artlinkDOTcoDOTza

Dave Grusin memang tidak sesering Bob James yang berkali-kali datang ke Indonesia, tapi nama Grusin sedemikian penting dalam khasanah musik jazz. Bintang-bintang GRP orbitannya hampir semuanya pernah datang ke Indonesia, untuk tampil konser tersendiri atau tampil di festival seperti Jak Jazz atau Java Jazz.

courtesy vervemusicgroupDOTcom

courtesy vervemusicgroupDOTcom

Mereka telah bekerja sama pada beberapa proyek album rekaman lainnya termasuk album musik otobiografi Lee “Overtime” yang dirilis tahun 2005. Mereka menggabungkan musik intrumentasi klasik dan smooth-jazz untuk menghasilkan gaya musik jazz fusion modern.
Dave Grusin, lahir pada tanggal 24 Juni 1934 di Littleton, Colorado, memulai salah satu karir yang paling luas dan menarik dibidang musik kontemporer dengan insting dan selera musiknya pada keindahan. Dia sekaligus seorang seniman, musisi, juga konduktor orkestrasi big band.
Kemahiran bermusik Dave Grusin juga dalam spektrum yang luas, dari musik klasik hingga folk-songs, untuk musik standard hingga musik rock dan tentu saja musik jazz.

courtesy lastDOTfm

courtesy lastDOTfm

Dave Grusin membuat rumah produksi bernama Grusin Rosen Production tahun 1976 bersama sahabatnya Larry Rosen.
Dave Grusin sempat berhenti merekam karya musik jazz nya sendiri. Dia beralih dari penulis komposisi musik (komposer) menjadi pengatur aransemen (arranger). Ia menciptakan 4 rekaman “knock-out” untuk merayakan musik George Gershwin, Duke Ellington, Henry Mancini dan karya “West Side Story”. Dengan demikian, karya musik elektronik nya sebagian besar digantikan oleh denting piano akustik, yang berpuncak pada rilis album tahun 2000 berkolaborasi dengan Lee Ritenour “Two Worlds”.
Dave Grusin dianugerahi gelar Doktor kehormatan (honoris causa) dari University of Colorado dan Berklee College of Music.

courtesy1 enDOTwikipediaDOTorg

courtesy1 enDOTwikipediaDOTorg

Sedangkan Lee yang lahir pada tahun 1952 adalah gitaris langganan pemenang Grammy Award, juga sebagai komposer dan produser musik. Berbagai prestasi selama kurun waktu 40 tahun karir bermusiknya, ia selalu disorot oleh pengamat musik sebagai gitaris “emas”. Dimulai dari Grammy Award tahun 1986 kerjasama dengan Dave Grusin pada albumnya Harlequin, berlanjut pada 17 nominasi Grammy awards, banyak lainnya, tempat nomor 1 dalam jajak pendapat gitaris dunia dan penghargaan bergengsi “Alumnus of the Year” dari USC. Dia telah merekam lebih dari 40 album, dengan 35 lagu masuk top chart, terutama yang masuk Top Hits 15 lagu “Is It You,” yang telah menjadi lagu jazz kontemporer radio secara klasik. Pada tahun 90 an, Ritenour adalah anggota pendiri Fourplay.
(BERSAMBUNG)