You are currently browsing the tag archive for the ‘music’ tag.

Engga terasa mulai lagi deh….gemuruh Java Jazz 2014….mulai berdentang memberikan tanda-tandanya. Memberikan tanda nuansa musik Jazz pada relung-relung insan pencinta dan pemerhati musik Jazz dunia…..
Oke…..let’s go…keep’n spirit of Jazz lovers…
Pesta musik Jazz, the Jakarta Internasional Java Jazz Festival 2014 akan menggelegar selama tiga hari di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 28 Februari hingga 2 Maret 2014.
Artinya per hari ini, tinggal 71 hari lagi menurut count-down situs resmi Java Jazz di http://javajazzfestival.com.

Courtesy javajazzfestival.com

Courtesy javajazzfestival.com

Brazilian music, smooth Jazz, dan straight ahead Jazz dengan nuansa desain Jawa Baca entri selengkapnya »

Iklan

Kini tiba lagi menjelang Ramadhan di tahun 2013, 1434 Hijriyah. Beberapa hari lagi kita memasuki bulan penuh berkah. Marhaban Yaa Ramadhan.
Seandainya ada perbedaan mulainya hari berpuasa di Indonesia, tanpa kita pedulikan perbedaan yang ada… karena yang penting niatnya sama… yaitu melaksanakan ibadah sesuai rukun Islam.
%40masediDOTnet

(@courtesy masedi.net)

Seperti biasa… dalam kesempatan yang baik ini, segenap tim Jazz Kaltim memohon maaf lahir dan bathin Baca entri selengkapnya »

courtesy flickrDOTcom

courtesy flickrDOTcom

Jakarta International Java Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan 1-3 Maret 2013, dihadiri musisi besar Dave Grusin dengan membawa anak emas gitaris Lee Ritenour.
Tampil pada 2 hari Java Jazz Festival 2013, di hari ke-1 Jumat 1 Maret 2013 dijadwalkan pukul 22.00 – 23.15 dan hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 dijadwalkan pukul 19.00 – 20.15. Semuanya di BNI Hall A3.
Tulisan ini seri terakhir dari 3 serial tulisan yang dimuat sambung menyambung sampai selesai ini.
Lee Mack Ritenour kelahiran 11 Januari 1952 adalah gitaris “emas” jazz Amerika yang telah membuat rekaman lebih dari 42 album. Muncul di lebih dari 3000 sesi musik dan telah membuahkan top hits chart lebih dari 30 hits lagu-lagu instrumental dan vocal sejak tahun 1976.
Salah satu smash hits yang paling populer adalah lagu “Is It You” pada tahun 1981. Ritenour dianggap pelopor dalam genre musik Contemporary Jazz and jazz-funk.
Majalah Guitar Player memberikan penghargaan kepadanya Lifetime Achievement Award tahun 2010. Albumnya yang sangat diakui dunia dan populer pada tahun 2010, Lee Ritenour’s 6 String Theory Baca entri selengkapnya »

courtesy enDOTwikipediaDOTorg

courtesy enDOTwikipediaDOTorg

Jakarta International Java Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan 1-3 Maret 2013, dihadiri musisi besar Dave Grusin dengan membawa anak emas gitaris Lee Ritenour.
Tampil pada 2 hari Java Jazz Festival 2013, di hari ke-1 Jumat 1 Maret 2013 dijadwalkan pukul 22.00 – 23.15 dan hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 dijadwalkan pukul 19.00 – 20.15. Semuanya di BNI Hall A3.
Tulisan ini seri ke-2 dari 3 serial tulisan yang dimuat sambung menyambung sampai selesai.
Robert David “Dave” Grusin, kelahiran 26 Juni 1934 adalah seorang komponis, arranger dan pianis Amerika. Grusin telah menyusun skor musik di banyak film dan televisi, dan telah memenangkan berbagai penghargaan untuk soundtrack dan album rekaman, termasuk beberapa Academy Award dan 12 Grammy Award. Dave memiliki karir album rekaman yang sangat produktif sebagai artis musik, arranger, produser dan produser eksekutif.
Lahir di Littleton, Colorado, ia belajar musik di University of Colorado, Boulder dan dianugerahi gelar sarjana pada tahun 1956. Dia menghasilkan single pertamanya, “Subways Are For Sleeping” pada tahun 1962 dan menyusun skor musik untuk film pertamanya, Divorce American Style lima tahun kemudian Baca entri selengkapnya »

courtesy vervemusicgroupDOTcom

courtesy vervemusicgroupDOTcom

Jakarta International Java Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan 1-3 Maret 2013, dihadiri musisi besar Dave Grusin dengan membawa anak emas gitaris Lee Ritenour.
Tampil pada 2 hari Java Jazz Festival 2013, di hari ke-1 Jumat 1 Maret 2013 dijadwalkan pukul 22.00 – 23.15 dan hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 dijadwalkan pukul 19.00 – 20.15. Semuanya di BNI Hall A3.
Tulisan ini seri pertama dari 3 serial tulisan yang dimuat sambung menyambung sampai selesai.
Dave Grusin lah yang menggelorakan era jazz fusion melalui imperium rekaman GRP. Pianis pendiri Grusin Rosen Production (GRP) ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar musik jazz di era 70 an sampai 80 an Baca entri selengkapnya »

courtesy jossstoneDOTcom

courtesy jossstoneDOTcom

Menyambut Java Jazz 2013 yang tinggal 20 hari lagi…sebagai informasi tiket on-line bisa di order via http://javajazzfestival.com per harga hari ini Sabtu 9 Februari 2013 sebagai berikut:
Daily Pass Rp.561 rb. 3-Day Pass Rp.896,5 rb. Masing-masing termasuk pajak dan mendapat 1 CD Bundle.

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Special Show (untuk menyaksikan special show harus memiliki daily pass hari yang sama atau tiket 3-day pass):
Joss Stone, 1 Mar 13 Rp.275 rb.
Lisa Stanfield, 2 Mar 13 Rp.110 rb.
Basia, 2 dan 3 Mar 13 Rp.110 rb.
Craig David, 3 Mar 13 Rp.165 rb.
Terima kasih.

courtesy wikipediaDOTorg

courtesy wikipediaDOTorg

Craig Ashley David atau populer dengan nama Craig David, biasa menduduki puncak tangga lagu-lagu hits R & B di Inggris dan langganan nominator Grammy award, akan kembali datang ke Indonesia, sejak kedatangannya terakhir hampir 10 tahun yang lalu.
Pihak Craig telah memberikan konfirmasi keikutsertaan pada Java Jazz 2013 sejak sebelum 6 Februari 2013. Craig akan tampil di Special Show – Java Jazz 2013 pada hari ke-3 (terakhir) Minggu, 3 Maret 2013 Baca entri selengkapnya »

courtesy basiawebDOTcom

courtesy basiawebDOTcom

Tampil pada 2 kali special show di Java Jazz 2013, pada hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 di Hall D2 dan pada hari ke-3 Minggu # Maret 2013 di Hall D1. Basia muncul melalui kerja kerasnya, It’s That Girl Again, sebuah album yang menghantarkan Basia mempunyai trade mark secara global sebagai penyanyi pop/jazz sampai hari ini. Dari lagu pertamanya If Not Now Then When, dengan lirik ‘the bouncing melody, soaring horns, and the feeling that you’ve landed in a small fiesta’, seolah-olah dia tidak pernah pergi meninggalkan kita. Basia dan teman kolaborasinya Danny White, pemain keyboard, selalu mengambil pengaruh irama dan gaya musik Latin abadi, suara soul dan R & B klasik Amerika, dan jazz Polandia tahun50-an dan 60-an, yang berirama segar. Album ini tidak terjebak kenangan di masa lalu, melainkan melesat ke depan, membangun kreatif selama karir mereka bermusik.
Basia lahir di Jaworzno, Polandia. Pada tahun 1969, ia memulai debutnya Baca entri selengkapnya »

courtesy wikimediaDOTorg

courtesy wikimediaDOTorg

Joss Stone tampil pada special show Java Jazz 2013 pada hari Jumat 1 Maret 2013 atau di hari ke-1 di Hall D2 pada festival Jazz terbesar di Indonesia tahun 2013 ini. Genre musik yang ia bawakan adalah Pop atau Soul music. Joss Stone telah terobsesi dengan musik soul sejak ia masih kecil. Di awal masa remajanya ia sudah mulai mengasah kemampuan intuitifnya hingga sekarang mempunyai ciri khasnya vokal yang serak sedikit melengking. Kemudian bernyanyi bersama pada album dan tampilan The Greatest Hits Aretha Franklin Baca entri selengkapnya »

courtesy daniarindahsuryowatiDOTblogspotDOTcom

courtesy daniarindahsuryowatiDOTblogspotDOTcom

Tampil pada Special Show Java Jazz 2012, artinya terjadi pada setahun silam, tidak menyurutkan kekaguman publik Indonesia pada virtuoso gitar jazz legendaris itu hingg kini.
Di special show malam itu, Pat Metheny yang tepatnya tampil pada hari ke-2 atau malam Minggu 3 Maret 2012 silam, tampil memukau audiencenya. Musik Jazz melalui tebaran pesona alunan gitarnya memberikan rasa bahagia pada penonton Java Jazz.
Tampil membawakan beberapa lagu andalannya, seperti “Into The Dream”, “So May It Secretly Begin”, “Bright Sized Life”, “Broadway Blues”, “James”, “Always and Forever” and ”Question and Answer”. Ditambah dengan medley pada lagu “Minuano 6/8″ dan “This Is Not America” muncul sebagai sweetener bagi para hadirin Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Please chec it out… tulisan JK di seri ke-1 dengan judul “29 Hari Jelang Java JAZZ Festival 2013 (1)”. Tulisan ini merupakan seri ke-6 (terakhir) dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013.

Kenangan Pasca Gelegar Java Jazz 2011.
Endah N Rhesa Punya Kode Rahasia Kompak.

“Komunikasi di atas panggung lebih enak. Apalagi kalau eksperimen,” kata Rhesa. Duo Endah N Rhesa masih menjadi bintang di ajang Java Jazz Festival 2011. Grup yang hanya terdiri dari unsur akustik gitar dan bass itu membuka rahasia kekompakan mereka.
“Kami merasa nyaman sekali karena kami suami istri Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Please chec it out… tulisan JK di seri ke-1 dengan judul “29 Hari Jelang Java JAZZ Festival 2013 (1)”. Tulisan ini merupakan seri ke-5 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013.

Kenangan Pasca Gelegar Java Jazz 2011.
Fariz RM Membius Penonton Java Jazz.

Fariz RM , Erwin Gutawa And Friends berhasil membius 2.000 pengunjung yang memadati Hall Axis D2, panggung utama Java Jazz 2011. Membawakan beberapa lagu hits andalan mereka ditahun 80an dan album barunya, Fariz RM membuat para penonton yang datang ke Java Jazz Festival kali ini terpuaskan.
Fariz membawa sejumlah lagu nostalgia seperti Barcelona dan Sakura yang sempat hits diera akhir 80an. Para penonton di arena Java Jazz 2011, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 6 Maret 2011,ikut bersenandung Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Please chec it out… tulisan JK di seri ke-1 dengan judul “29 Hari Jelang Java JAZZ Festival 2013 (1)”. Tulisan ini merupakan seri ke-4 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013.

Kenangan Pasca Gelegar Java Jazz 2011.
Suguhan Renyah Accoustic Alchemy.

Grup Musik jazz asal Ingris, Accoustic Alchemy, malam ini tampil gemilang di ajang Java Jazz Festival 2011. Mereka tampil dalam formasi akhir yang terdiri dari Greg Carmichael (akustik gitar), Miles Gilderdale (akustik/elektrik gitar), Julian Crampton (bass), Greg Grainger (drum) Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Please chec it out… tulisan JK di seri ke-1 dengan judul “29 Hari Jelang Java JAZZ Festival 2013 (1)”. Tulisan ini merupakan seri ke-3 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013.

Java Jazz On The Move – Tur Pemanasan Java Jazz Festival Januari-Februari 2013.
Sebelum Festival Java Jazz yang sebenarnya pada bulan Maret, serangkaian acara yang disebut “Java Jazz On The Move” akan diselenggarakan di seluruh kota, dimulai pada pertengahan Januari.
Sebelum memasuki perhelatan musik jazz terbesar di Jakarta bertajuk Java Jazz Festival 2013, Java Festival Production (JFP) selaku penyelenggara festival akan menggelar berbagai rangkaian tur konser pemanasan dalam Road Show sebagai pre-event festival ini Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Please chec it out… tulisan JK di seri ke-1 dengan judul “29 Hari Jelang Java JAZZ Festival 2013 (1)”. Tulisan ini merupakan seri ke-2 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013.

Konsep Java Jazz 2013.
Secara konsep, penyelenggaran Java Jazz 2013 di Jakarta tak berubah. Ada special show, pertunjukan non special show, dan banyak digelar kolaborasi artis luar dan Indonesia.
Dengan dukungan sponsor dari Djarum Supermild, BNI, Garuda Indonesia, Sosro, Tebs, Telkomsel dan Grup Blue Bird, serta Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, JFP optimistis, penyelenggaraan tahun ini menarik penonton sebanyak 110-115 ribu, naik dari tahun 2012 yang mencapai 108 ribu orang Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestivalDOTcom

courtesy javajazzfestivalDOTcom

Hari ini Kamis 31 Januari 2013, tepat 29 hari menjelang diselenggarakannya perhelatan JAZZ terbesar di dunia…. Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz) 2013. Seperti biasanya, Jazz Kaltim (JK) menyiapkan serangkaian tulisan menyambut show akbar Jazz di Indonesia ini. Untuk ke-3 kalinya Java Jazz ini akan diselenggarakan di Jakarta International Expo di Kemayoran, Jakarta Pusat (JIExpo Kemayoran).
Seperti biasanya pula, PT Java Festival Production (JFP) yang sukses menyelenggarakan Java Jazz delapan kali itu, kali ini masih menjadi penyelenggara event Jazz tersebut. Bahkan akan melakukan kejutan baru, JFP selaku penyelenggara menambahkan penyelenggaraannya dengan “edisi” Singapura.
Tulisan ini merupakan seri ke-1 dari 6 serial tulisan JK menyambut gelegar Java Jazz 2013. Termasuk adanya tulisan Selayang Pandang Java Jazz dan juga Kenangan Java Jazz 2011. Di serial terakhir tulisan ini ada Tips Agar Nyaman Di Java Jazz, khususnya bagi yang membawa bayi atau anak balita, dan sebagainya.

Penyelenggaraan Di Dua Negara Secara Bersamaan
(Interview: Dewi Gontha – Direktur JFP @t December 11, 2012).
Keberhasilan selama delapan tahun berturut-turut, festival selalu digelar di Indonesia, yakni di Jakarta, untuk tahun ini rencananya akan digelar pula di Singapura, dalam waktu bersamaan yakni 1-3 Maret 2013.
“Iya benar Baca entri selengkapnya »

Kali ini Tim Liputan Jazz Kaltim (JK) melaporkan hasil peliputan pada konser grup legendaris beraliran JAZZ rock fusion Jepang minggu lalu di Gandaria City Jakarta. Namun sayang sekali karena kesalahan teknis, foto-foto hasil peliputan tidak dapat ditampilkan disini. Walaupun untuk itu tim JK berhasil mendapatkan the pics nya dari rekan2 peliput media lain.

courtesy japanesestationDOTcom

Konser ini bertajuk Casiopea 3rd Live Concert yang berarti penampilan Casiopea dari kabinet terbarunya yang ketiga kalinya. Tampil memukau luar biasa dan menghentakan dentuman JAZZ energik Skeeno Exhibition Hall di mal Gandaria City. Sementara keadaan cuaca cukup panas gerah di wilayah Jakarta Selatan pada Minggu malam 30 September 2012 itu. Gelaran ini diselenggarakan oleh Shark Communications Baca entri selengkapnya »

Pernah dengar kan…..Casiopea. Grup band Jepang yang bermain di jalur Jazz Fusion yang sangat terkenal di era tahun 80’an sampai dengan 90’an. Jazz rock fusion dari Jepang ini mau tampil di Indonesia, tepatnya di Jakarta pada tanggal 30 September 2012.

courtesy boss-bolaDOTblogspotDOTcom

Grup musik Jazz dari Jepang inilah yang menjadi inspirasi kelompok fusion Jazz di Indonesia pada waktu itu, seperti Karimata, Krakatau, dan lain-lain. Penggemarnya dari kalangan penggemar Jazz rock fusion tersebar diseantero Indonesia. Terbukti dari rekor penjualan kaset album2 Casiopea pada waktu itu.
Tahun 1979 Casopea merilis album perdana mereka yg diberi title Casiopea. Casiopea sendiri baru berdiri pada tahun 1976 yg awalnya dimotori oleh Issei Noro (gitar) dan Tetsuo Sakurai (bass) Baca entri selengkapnya »

courtesy republika.co.id

courtesy republika.co.id

Usai sudah pesta pagelaran musik JAZZ terbesar di dunia. Diselenggarakan di Indonesia. Tepatnya di daerah Kemayoran, di kompleks Jakarta International Expo. Usai sudah gemerlap Java JAZZ Festival 2012!. JAZZ Kaltim (JK) dengan segala upaya meliput: sebelum, pada saat pagelaran dan seusainya. Pagelaran JAZZ yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai tontonan berpaham “hedonisme” Baca entri selengkapnya »

Hari ini tepat 4 hari usai sudah hingar bingar Jakarta dilanda Jazz, yang menularkan virus persatuan dalam harmoni musik Jazz bagi dunia. Empat hari sudah, tim JAZZ KALTIM (JK) yang meliput seluruh aktifitas di Java Jazz Festival 2011, selama 3 hari berturut-turut selama JJF berlangsung, berusaha menenangkan diri alias menjalani masa reses sambil beristirahat. Bisa dibayangkan, selama 3 hari berturut-turut tim JK boleh dikatakan tanpa istirahat menjalani tugas peliputan Java Jazz Festival 2011 yang fenomenal ini.
Masih banyak hal dibalik layar yang tersisa untuk diberitakan. Dari batalnya Presiden SBY secara mendadak, tidak jadi ikut menanam pohon “We Do Green.” Termasuk batalnya SBY berkunjung ke acara Java Jazz Festival di hari pertama, walaupun Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestival.com

Selanjutnya, untuk pertamakalinya tampil pula Bob James, Harvey Mason, Nathan East and Chuck Loeb dalam grup legendaris, Fourplay. Penampilan ini sudah ditunggu-tunggu oleh fans setianya setelah format yang baru ini, dimana Chuck Loeb baru saja menggantikan Larry Carlton di tahun 2010. Sedangkan grup foursome ini mempunyai format dasar pemain gitarnya Lee Ritenour dan di tahun 1997 digantikan oleh gitaris Larry Carlton. Album pertama mereka yang dirilis tahun 1991 “Fourplay” terjual sampai jutaan copy dan bertahan dalam chart di Amerika “Billboard’s contemporary Jazz chart” pada posisi tangga lagu teratas (nomor 1) selama 33 minggu.
Kembali untuk tampil kedua kalinya di JJF, Roy Ayers Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestival.com

Hari ini tepat H minus 2 jelang gelegar Java Jazz Festival 2011 yang akan membahana dalam pagelaran Jazz terbesar di dunia! Inilah ritual tahunan edisi ke 7 di bulan Maret tahun 2011 ini yang diselenggarakan oleh Java Festival Production (JFP). Yang dikomandani oleh Peter F. Gontha (Founder and Chairman) dari kantornya di Simprug Jakarta.
Persiapan yang dilakukan sepanjang tahun sejak JJF 2010 berakhir di tahun lalu itu menjadi intens dengan eskalasi yang meningkat dikoordinasikan sejak bulan Desember tahun 2010 yang lalu. Sudah ditetapkan hampir 3 bulan yang lalu melalui konperensi pers di Black Cat Jazz & Blues Club – Pub, Arcadia, Plasa Senayan pada 21 Desember 2010 oleh Peter F. Gontha bersama crew manajemen intinya seperti: Paul Dankmeyer (Program & Artistic Director), Dewi A.L. Gontha-Sulisto (Production & Marketing Director/putri dari Peter F. Gontha), Eki Puradiredja (Program Coordinator & Artists Relations) beserta tampilan sebelum konperensi press dilakukan berupa show musisi muda Ade Irawan, yang memukau pengunjung pub tersebut dengan permainan jari-jarinya di atas tuts piano. Bahkan Peter F Gontha pun mengabadikan melalui cameranya moment tersebut. Sementara di ujung acara, giliran Andien yang diiiringi pemain muda piano Jazz itu.
Java Jazz Festival 2011 yang dijadwalkan 4, 5 dan 6 Maret 2011 dengan venue JIExpo Kemayoran ini melalui penyelenggaranya, JFP Baca entri selengkapnya »

Courtesy wwwjavajazzfestivalcom

Bersiap-siaplah… hantaman dari gelegar Java Jazz Festival 2011 segera tiba! Masih di venue yang sama, di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta. Masih tiga hari menjelang festival Jazz terbesar di dunia ini, namun semerbak aromanya mulai menjalar ke segala penjuru angin! Festival yang ke tujuh kalinya ini akan berlangsung pada tanggal 4, 5 dan 6 Maret 2011. Seperti biasanya, sejumlah dedengkot Jazz dari mancanegara siap unjuk kerja menampilkan musik Jazz terbaiknya.
Bayangkan saja, akan tampil musisi Jazz terbesar di jamannya seperti Santana (special show), George Benson (special show), Kenny Logins (special show), Joey De Francesco, Charlie Hadden, Roy Ayers, Maria Schneider, Sondra Lerche, dan Corinne Bailey Rae serta musisi dari berbagai negara lainnya. Artists Final Confirmation hingga total mencapai 52 grup atau musisi Jazz internasional. Belum lagi musisi Jazz (dan yang bukan Jazzer) dari tanah air mencapai 87 grup atau musisi Jazz yang akan tampil. Semuanya bersiap menularkan virus Jazz di Indonesia melalui ajang 3 hari di awal Maret 2011 ini. Baca entri selengkapnya »

Bendera Indonesia & Lambang Garuda (courtesy of http://www.dstudiobali.com/)

Lupakan nasionalisme sesaat yang timbul saat sebelum laga final leg 1 Indonesia – Malaysia kemarin. Kita bangkit lagi. Tunjukkan bahwa Indonesia bukan bangsa yang biasa-biasa saja. Rasa optimis dan spirit tetap dibangkitkan. Tidak ada kekalahan untuk kedua kalinya. Kerahkan segenap daya upaya. Kita bisa…..! Kita bisa…..! Secara teknis memang Malaysia kelasnya di bawah timnas Indonesia. Namun dalam partai final bukanlah teknis semata yang berperan. Adu strategi dengan berbagai varian nya sudah biasa ditampilkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Layaknya maestro musikus JAZZ, mainkan “improvisasi” blue-note yang membuat lawan kalang kabut. Digoyang “swing” sedikit, berkolaborasi antar rock’n JAZZ dengan Fusion. Kalau tensi permainan mulai meningkat, sodorkan sekadar “bossanova” hingga suasana calm down…. Sapu sedikit dengan “syncope” bola lambung. Mulailah perlahan dengan “acid-JAZZ” untuk meraih puncak!
Ingatlah jaman jaya-jayanya bulu tangkis Indonesia era Rudi Hartono atau era Lim Swie King. Baca entri selengkapnya »

titi sjuman "sexy JAZZ drummer"

Ini artikel lanjutan dari jilid 1. Agak serius ngebahas musik JAZZ. Karena pakai “daftar pustaka” segala. Artikel di http://www.wartajazz.com/opini-jazz/2010/11/09/pengantar-menuju-studi-komunitas-jazz-di-indonesia/
Seperti biasa, comments JK dalam bentuk font italic. Karena panjang, tulisan dibagi 2. Ini tulisan ke 2 dari 2 serial, tulisan terakhir. Okay kita mulai:

"sexy JAZZ pianist" Diana Krall courtesy beirutnightlifedotcom

Irawati dalam Musik Jazz dan Dangdut dalam Analisa Stratifikasi (1992), semakin meneguhkan jazz sebagai musik elite dimana menurutnya terdapat perbedaan antara konsumen musik jazz dengan dangdut, konsumen musik jazz lebih banyak dari golongan atas sedangkan dangdut sebaliknya.
JK: Kalau kita survey perlahan-lahan secara komprehensif, bahkan akan ditemui kondisi sebaliknya. Golongan bawah mempunyai komunitas JAZZ mania antar tetangga RT nya. Sebaliknya golongan atas ada yang membuat “dangdut party” diantara sesama mereka secara eksklusif.
R.M Mulyadi dalam Industri Musik Nasional (Pop, Rock, Jazz) Baca entri selengkapnya »

diana krall "JAZZ pianist & singer" courtesy topbollywood2011dotblogspotdotcom

Sekarang giliran agak serius ngebahas musik JAZZ. Karena pakai “daftar pustaka” segala. Artikel di http://www.wartajazz.com/opini-jazz/2010/11/09/pengantar-menuju-studi-komunitas-jazz-di-indonesia/
Seperti biasa, comments JK dalam bentuk font italic. Karena panjang, tulisan dibagi 2. Ini tulisan ke 1 dari 2 serial. Okay kita mulai:

Posted on 09 November 2010 by Oki Rahadianto M.Si
Produksi pengetahuan terdahulu mengenai komunitas jazz di Amerika masih diwarnai oleh diskriminasi rasial. Sebagai contoh, studi mengenai komunitas jazz yaitu The Jazz Community karya Mirriam dan Womack (1960) dan Theory of Jazz Communities karya Stebbins (1968) Baca entri selengkapnya »

Treasury Of Jazz

Marilah kita sejenak menengok kembali ke satu pendapat yang ditulis nyaris tiga tahun yang lalu. Judulnya “Musik Jazz Indonesia Masih Sebatas Menghibur.” Lumayan menarik untuk disimak. Menarik untuk dibahas oleh tim redaksi Jazz Kaltim (JK).
Tulisan ini dapat di back link pada http://www.antaranews.com/view/?i=1202223038&c=SBH&s=
JK menambahkan comments dengan font italic. Simak saja berikut:

Selasa, 5 Pebruari 2008 21:50 WIB, dibaca 1980 kali
Jakarta (ANTARA News) – Pengamat musik Denny Sakrie mengungkapkan, di masa datang musik jazz di Indonesia akan tetap eksis meski sesungguhnya bukan genre jazz yang apresiatif, melainkan jazz yang “menghibur” Baca entri selengkapnya »

Kembali JK menemukan blognya sekretaris RT dibilangan Tebet yang mengulas hubungan musik JAZZ vs gayus. Alamatnya http://rt008.wordpress.com seperti ini:

Apa-apaan sih ini!….judulnya “JAZZ smI vs gayus jjI!”….judul yang aneh! Ooeeeoooh, ternyata ini kepanjangan dari: JAZZ sebagai Musik Idola vs gayus jangan jadi Idola!…. Hehehe…
Apa hubungannya musik JAZZ dengan gayus sang “whos who” negara ini? Okay, tentang hubungannya dengan JAZZ nanti nyambung sendiri.

Yang jelas, betapa mirisnya saya, Yuliansyah, sebagai sekretaris RT dibilangan Kampung Melayu Tebet, mendengar candaan anak2 muda di salah satu food court mall Taman Anggrek. Memang sih, becanda katanya. Yang membuat saya inconvenient ketika mereka menyebut2 bahwa gayus itu bisa jadi idola anak2 muda jaman sekarang! Masya Allah!
gayus, sengaja saya menyebut namanya dengan huruf kecil semua, alasannya Baca entri selengkapnya »

diana krall courtesy beirutnightlifedotcom

Kali ini JK ingin kita beralih membahas suatu artikel di dunia maya dengan judul “JAZZ + ROCK = FUSION???” Artikel ini dapat dilihat pada http://101jass.blogspot.com/search/label/Jazz
Artikel diissued tanggal 3 April 2009, 12:37:00 PM dengan Author: Jass FM. Pada setiap alinea, kami sisipkan komentar dari Jazz Kaltim (JK) dengan font italic. Artikel tersebut disadur sebagai berikut:

Jazz, musik yang sering dianggap musik elite, susah diterima, musik milik generasi tua dan kadang cenderung exclusive karena dinikmati oleh kalangan tertentu saja sebenarnya adalah salah satu jenis musik yang selalu berkembang menyesuaikan jaman. Sejak diperkenalkan musik jazz sebelum Perang Dunia I sampai sekarang, musik jazz senantiasa berkembang mengikuti selera pemusik dan penikmatnya bahkan oleh kaum muda yang gemar musik rock-pun, musik jazz dituntut untuk berubah dan berkembang.
JK: Sebenarnya kalau disimak lebih jauh banyak kalangan non elite Baca entri selengkapnya »

Ada lagi comments JK terhadap artikel dengan judul “Demokrasi Dalam Musik JAZZ”. Artikel ini dapat dilihat pada http://101jass.blogspot.com/2009/03/demokrasi-dalam-musik-jazz.html
Artikel diissued tanggal 3 April 2009, 12:58:00 PM dengan Author: Jass FM. Pada setiap alinea, kami sisipkan komentar dari Jazz Kaltim (JK). Artikel tersebut disadur sebagai berikut:

Boleh dibilang dari berbagai jenis musik, Jazz merupakan musik yang paling mementingkan keseimbangan antara penampilan individu dan keutuhan kelompok. Dibandingkan musik jenis lain yang terpola baku, musik jazz lebih menggunakan pola sebagai suatu bentuk kesepakatan kelompok yang dengan konsisten dilaksanakan secara bersama-sama. Namun kesepakatan itu bukanlah merupakan rambu-rambu yang mati, karena diantara rambu-rambu tersebut musik jazz memberi kesempatan pada tiap individu untuk mengajukan pendapat tiap pribadi. Jadilah harmoni yang menjadi ciri khas musik jazz.
JK: Memang benar, improvisasi sekaligus mengajarkan juga kedisiplinan Baca entri selengkapnya »

November 2018
S S R K J S M
« Mar    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 18.110 hits

Tulisan Terakhir

Flickr Photos

IRFAN7™

IRFAN7™
Copyright ©2006-2010 IRFAN7 Group.
Allrights Reserved.
Iklan