You are currently browsing the tag archive for the ‘quinn’ tag.

courtesy flickrDOTcom

courtesy flickrDOTcom

Jakarta International Java Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan 1-3 Maret 2013, dihadiri musisi besar Dave Grusin dengan membawa anak emas gitaris Lee Ritenour.
Tampil pada 2 hari Java Jazz Festival 2013, di hari ke-1 Jumat 1 Maret 2013 dijadwalkan pukul 22.00 – 23.15 dan hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 dijadwalkan pukul 19.00 – 20.15. Semuanya di BNI Hall A3.
Tulisan ini seri terakhir dari 3 serial tulisan yang dimuat sambung menyambung sampai selesai ini.
Lee Mack Ritenour kelahiran 11 Januari 1952 adalah gitaris “emas” jazz Amerika yang telah membuat rekaman lebih dari 42 album. Muncul di lebih dari 3000 sesi musik dan telah membuahkan top hits chart lebih dari 30 hits lagu-lagu instrumental dan vocal sejak tahun 1976.
Salah satu smash hits yang paling populer adalah lagu “Is It You” pada tahun 1981. Ritenour dianggap pelopor dalam genre musik Contemporary Jazz and jazz-funk.
Majalah Guitar Player memberikan penghargaan kepadanya Lifetime Achievement Award tahun 2010. Albumnya yang sangat diakui dunia dan populer pada tahun 2010, Lee Ritenour’s 6 String Theory Baca entri selengkapnya »

Iklan
courtesy enDOTwikipediaDOTorg

courtesy enDOTwikipediaDOTorg

Jakarta International Java Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan 1-3 Maret 2013, dihadiri musisi besar Dave Grusin dengan membawa anak emas gitaris Lee Ritenour.
Tampil pada 2 hari Java Jazz Festival 2013, di hari ke-1 Jumat 1 Maret 2013 dijadwalkan pukul 22.00 – 23.15 dan hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 dijadwalkan pukul 19.00 – 20.15. Semuanya di BNI Hall A3.
Tulisan ini seri ke-2 dari 3 serial tulisan yang dimuat sambung menyambung sampai selesai.
Robert David “Dave” Grusin, kelahiran 26 Juni 1934 adalah seorang komponis, arranger dan pianis Amerika. Grusin telah menyusun skor musik di banyak film dan televisi, dan telah memenangkan berbagai penghargaan untuk soundtrack dan album rekaman, termasuk beberapa Academy Award dan 12 Grammy Award. Dave memiliki karir album rekaman yang sangat produktif sebagai artis musik, arranger, produser dan produser eksekutif.
Lahir di Littleton, Colorado, ia belajar musik di University of Colorado, Boulder dan dianugerahi gelar sarjana pada tahun 1956. Dia menghasilkan single pertamanya, “Subways Are For Sleeping” pada tahun 1962 dan menyusun skor musik untuk film pertamanya, Divorce American Style lima tahun kemudian Baca entri selengkapnya »

courtesy vervemusicgroupDOTcom

courtesy vervemusicgroupDOTcom

Jakarta International Java Jazz Festival 2013 yang diselenggarakan 1-3 Maret 2013, dihadiri musisi besar Dave Grusin dengan membawa anak emas gitaris Lee Ritenour.
Tampil pada 2 hari Java Jazz Festival 2013, di hari ke-1 Jumat 1 Maret 2013 dijadwalkan pukul 22.00 – 23.15 dan hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 dijadwalkan pukul 19.00 – 20.15. Semuanya di BNI Hall A3.
Tulisan ini seri pertama dari 3 serial tulisan yang dimuat sambung menyambung sampai selesai.
Dave Grusin lah yang menggelorakan era jazz fusion melalui imperium rekaman GRP. Pianis pendiri Grusin Rosen Production (GRP) ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar musik jazz di era 70 an sampai 80 an Baca entri selengkapnya »

courtesy basiawebDOTcom

courtesy basiawebDOTcom

Tampil pada 2 kali special show di Java Jazz 2013, pada hari ke-2 Sabtu 2 Maret 2013 di Hall D2 dan pada hari ke-3 Minggu # Maret 2013 di Hall D1. Basia muncul melalui kerja kerasnya, It’s That Girl Again, sebuah album yang menghantarkan Basia mempunyai trade mark secara global sebagai penyanyi pop/jazz sampai hari ini. Dari lagu pertamanya If Not Now Then When, dengan lirik ‘the bouncing melody, soaring horns, and the feeling that you’ve landed in a small fiesta’, seolah-olah dia tidak pernah pergi meninggalkan kita. Basia dan teman kolaborasinya Danny White, pemain keyboard, selalu mengambil pengaruh irama dan gaya musik Latin abadi, suara soul dan R & B klasik Amerika, dan jazz Polandia tahun50-an dan 60-an, yang berirama segar. Album ini tidak terjebak kenangan di masa lalu, melainkan melesat ke depan, membangun kreatif selama karir mereka bermusik.
Basia lahir di Jaworzno, Polandia. Pada tahun 1969, ia memulai debutnya Baca entri selengkapnya »

courtesy wikimediaDOTorg

courtesy wikimediaDOTorg

Joss Stone tampil pada special show Java Jazz 2013 pada hari Jumat 1 Maret 2013 atau di hari ke-1 di Hall D2 pada festival Jazz terbesar di Indonesia tahun 2013 ini. Genre musik yang ia bawakan adalah Pop atau Soul music. Joss Stone telah terobsesi dengan musik soul sejak ia masih kecil. Di awal masa remajanya ia sudah mulai mengasah kemampuan intuitifnya hingga sekarang mempunyai ciri khasnya vokal yang serak sedikit melengking. Kemudian bernyanyi bersama pada album dan tampilan The Greatest Hits Aretha Franklin Baca entri selengkapnya »

courtesy daniarindahsuryowatiDOTblogspotDOTcom

courtesy daniarindahsuryowatiDOTblogspotDOTcom

Tampil pada Special Show Java Jazz 2012, artinya terjadi pada setahun silam, tidak menyurutkan kekaguman publik Indonesia pada virtuoso gitar jazz legendaris itu hingg kini.
Di special show malam itu, Pat Metheny yang tepatnya tampil pada hari ke-2 atau malam Minggu 3 Maret 2012 silam, tampil memukau audiencenya. Musik Jazz melalui tebaran pesona alunan gitarnya memberikan rasa bahagia pada penonton Java Jazz.
Tampil membawakan beberapa lagu andalannya, seperti “Into The Dream”, “So May It Secretly Begin”, “Bright Sized Life”, “Broadway Blues”, “James”, “Always and Forever” and ”Question and Answer”. Ditambah dengan medley pada lagu “Minuano 6/8″ dan “This Is Not America” muncul sebagai sweetener bagi para hadirin Baca entri selengkapnya »

Hari ini tepat 4 hari usai sudah hingar bingar Jakarta dilanda Jazz, yang menularkan virus persatuan dalam harmoni musik Jazz bagi dunia. Empat hari sudah, tim JAZZ KALTIM (JK) yang meliput seluruh aktifitas di Java Jazz Festival 2011, selama 3 hari berturut-turut selama JJF berlangsung, berusaha menenangkan diri alias menjalani masa reses sambil beristirahat. Bisa dibayangkan, selama 3 hari berturut-turut tim JK boleh dikatakan tanpa istirahat menjalani tugas peliputan Java Jazz Festival 2011 yang fenomenal ini.
Masih banyak hal dibalik layar yang tersisa untuk diberitakan. Dari batalnya Presiden SBY secara mendadak, tidak jadi ikut menanam pohon “We Do Green.” Termasuk batalnya SBY berkunjung ke acara Java Jazz Festival di hari pertama, walaupun Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestival.com

Selanjutnya, untuk pertamakalinya tampil pula Bob James, Harvey Mason, Nathan East and Chuck Loeb dalam grup legendaris, Fourplay. Penampilan ini sudah ditunggu-tunggu oleh fans setianya setelah format yang baru ini, dimana Chuck Loeb baru saja menggantikan Larry Carlton di tahun 2010. Sedangkan grup foursome ini mempunyai format dasar pemain gitarnya Lee Ritenour dan di tahun 1997 digantikan oleh gitaris Larry Carlton. Album pertama mereka yang dirilis tahun 1991 “Fourplay” terjual sampai jutaan copy dan bertahan dalam chart di Amerika “Billboard’s contemporary Jazz chart” pada posisi tangga lagu teratas (nomor 1) selama 33 minggu.
Kembali untuk tampil kedua kalinya di JJF, Roy Ayers Baca entri selengkapnya »

courtesy javajazzfestival.com

Hari ini tepat H minus 2 jelang gelegar Java Jazz Festival 2011 yang akan membahana dalam pagelaran Jazz terbesar di dunia! Inilah ritual tahunan edisi ke 7 di bulan Maret tahun 2011 ini yang diselenggarakan oleh Java Festival Production (JFP). Yang dikomandani oleh Peter F. Gontha (Founder and Chairman) dari kantornya di Simprug Jakarta.
Persiapan yang dilakukan sepanjang tahun sejak JJF 2010 berakhir di tahun lalu itu menjadi intens dengan eskalasi yang meningkat dikoordinasikan sejak bulan Desember tahun 2010 yang lalu. Sudah ditetapkan hampir 3 bulan yang lalu melalui konperensi pers di Black Cat Jazz & Blues Club – Pub, Arcadia, Plasa Senayan pada 21 Desember 2010 oleh Peter F. Gontha bersama crew manajemen intinya seperti: Paul Dankmeyer (Program & Artistic Director), Dewi A.L. Gontha-Sulisto (Production & Marketing Director/putri dari Peter F. Gontha), Eki Puradiredja (Program Coordinator & Artists Relations) beserta tampilan sebelum konperensi press dilakukan berupa show musisi muda Ade Irawan, yang memukau pengunjung pub tersebut dengan permainan jari-jarinya di atas tuts piano. Bahkan Peter F Gontha pun mengabadikan melalui cameranya moment tersebut. Sementara di ujung acara, giliran Andien yang diiiringi pemain muda piano Jazz itu.
Java Jazz Festival 2011 yang dijadwalkan 4, 5 dan 6 Maret 2011 dengan venue JIExpo Kemayoran ini melalui penyelenggaranya, JFP Baca entri selengkapnya »

Courtesy wwwjavajazzfestivalcom

Bersiap-siaplah… hantaman dari gelegar Java Jazz Festival 2011 segera tiba! Masih di venue yang sama, di Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta. Masih tiga hari menjelang festival Jazz terbesar di dunia ini, namun semerbak aromanya mulai menjalar ke segala penjuru angin! Festival yang ke tujuh kalinya ini akan berlangsung pada tanggal 4, 5 dan 6 Maret 2011. Seperti biasanya, sejumlah dedengkot Jazz dari mancanegara siap unjuk kerja menampilkan musik Jazz terbaiknya.
Bayangkan saja, akan tampil musisi Jazz terbesar di jamannya seperti Santana (special show), George Benson (special show), Kenny Logins (special show), Joey De Francesco, Charlie Hadden, Roy Ayers, Maria Schneider, Sondra Lerche, dan Corinne Bailey Rae serta musisi dari berbagai negara lainnya. Artists Final Confirmation hingga total mencapai 52 grup atau musisi Jazz internasional. Belum lagi musisi Jazz (dan yang bukan Jazzer) dari tanah air mencapai 87 grup atau musisi Jazz yang akan tampil. Semuanya bersiap menularkan virus Jazz di Indonesia melalui ajang 3 hari di awal Maret 2011 ini. Baca entri selengkapnya »

courtesy wwwDOTcartoonstockDOTcom

Lama engga nge-blog, sekalinya Jazz Kaltim menemukan salah satu blog dari orang Betawi dengan bahasa Betawi bercerita tentang JAZZ. Namanya Bang Naip, bisa dilihat juga pada http://naive7.wordpress.com sebagai berikut:

Seperti di cerite nyang judulnye sama di seri sebelonnye, Bang Naip sedari kecil penggemar berat musik JAZZ. Gara2 nye dicekokin ame abangnye doi kaset musik instrumen nye trio Dave Brubeck, Paul Desmond en Dizzy Gillespie. Trio jadul JAZZ berat! Lagu nyang paling sering diputer judulnye “Take Five.” Item lagu nyang sampe sekarang jadi lagu wajibnye musisi JAZZ ato biase disebut JAZZer. Sama kayak lagu “Take The A Train” nyang dulu suka dimainin Duke Ellington Orchestra en Benny Goodman Orchestra. JAZZ mania nye Bang Naip jadi keterusan ampe sekarang. Baca entri selengkapnya »

courtesy sewingnetworkDOTnet

Lama engga nge-blog, malah Jazz Kaltim (JK) menemukan seorang Jazzer dari Betawi (Jakarta – RED) menuliskan blog tentang JAZZ dalam bahasa Betawi. Namanya Bang Naip, ini seri ke 1 tulisan di blognya yang ada di http://naive7.wordpress.com sebagai berikut:

Bang Naip perasaan belon pernah cerite bahwa doi sebenernye gile banget ame kedoyanannye, entu tuh musik bergenre JAZZ. Udeh gitu, entah pegimane, kebetulan tetangganye doi di Kampung Melayu Besar, Tebet nyang juga temen nongkrong dari masa mudanye dulu maniak-maniak musik JAZZ. Soal kenape Bang Naip jadi doyan ame musik JAZZ ade historisnye nih.
Sewaktu Bang Naip masih kecil banget, Baca entri selengkapnya »

Hari ini genap sudah 5 bulan yang lalu Java Jazz Festival 2010 di Kemayoran Jakarta usai. Gegap gempita riuh rendah berbagai pertunjukan Jazz dan non Jazz yang berlangsung pada 15 panggung di berbagai ruangan Jakarta International Expo, selama 3 hari dari sore sampai dengan lewat tengah malam setiap harinya, meninggalkan kenangan yang mendalam bagi audience-nya. Audience disini termasuk Pak SBY dan Ibu Ani yang khusus datang dihari ke 2 Sabtu malam 6 Maret 2010 yang lalu serta Pak Budiono Wapres yang datang bersama rombongan dihari ke 3 Minggu sore 7 Maret 2010. Baca entri selengkapnya »

Seperti cerita di episode 1 dengan judul yang sama,ketika Jazzkaltim ditanya oleh seseorang yang belum menyukai musik Jazz, “Apa sih definisi musik Jazz itu?” Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, menyambut H-2 pagelaran akbar musik Jazz tahunan skala internasional di Jakarta, Java Jazz Festival 2010, 5-7 Maret 2010 di Jakarta International Expo Kemayoran, kali ini Jazzkaltim menyarikan dari Wikipedia. Merupakan terjemahan bebas dari Wikipedia-english: http://en.wikipedia.org/wiki/Jazz dengan “improvisasi” tambahan disana sini. Lanjutannya sebagai berikut:

JAZZ.
Jazz merupakan bentuk seni musik Amerika yang bermula pada awal abad 20 dikalangan komunitas Afro-Amerika di daerah Amerika bagian Selatan.
Awalnya merupakan pertemuan gaya musik tradisional Afrika dan Eropa. Pengaruh gaya bermusik dari keturunan Afrika Barat sangat nyata dalam aplikasi musik Jazz, seperti not musik Jazz yang dikenal sebagai “blue note”, Baca entri selengkapnya »

Seperti cerita di episode 1-4 dengan judul yang sama, ketika ujug-ujug Jazzkaltim ditanya oleh seseorang yang belum menyukai musik Jazz, “Apa sih definisi musik Jazz itu?” Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, menyambut H-2 pagelaran akbar musik Jazz tahunan skala internasional di Jakarta, Java Jazz Festival 2010, 5-7 Maret 2010 di Jakarta International Expo Kemayoran, kali ini Jazzkaltim menyarikan dari Wikipedia. Merupakan terjemahan bebas dari Wikipedia-english: http://en.wikipedia.org/wiki/Jazz dengan “improvisasi” tambahan disana sini. Lanjutannya sebagai berikut:

Musik jazz yang berorientasi komersial atau musik pop telah lama dikritisi, terakhir sejak kemunculan jenis ‘Bop’. Orang-orang yang antusias terhadap Jazz tradisional telah meninggalkan Bop, di era Jazz fusion tahun 1970 an (dan seterusnya) sebagai periode penurunan nilai komersial dari musik. Menurut Bruce Johnson, musik jazz selalu memiliki “keengganan antara jazz sebagai musik komersial dan jazz sebagai karya seni”. Baca entri selengkapnya »

Seperti cerita di episode 1 dan 2 dengan judul yang sama, pernah Jazzkaltim ditanya oleh seseorang yang belum menyukai musik Jazz, “Apa sih definisi musik Jazz itu?” Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, menyambut H-2 pagelaran akbar musik Jazz tahunan skala internasional di Jakarta, Java Jazz Festival 2010, 5-7 Maret 2010 di Jakarta International Expo Kemayoran, kali ini Jazzkaltim menyarikan dari Wikipedia. Merupakan terjemahan bebas dari Wikipedia-english: http://en.wikipedia.org/wiki/Jazz dengan “improvisasi”tambahan disana sini. Lanjutannya sebagai berikut:

Salah satu upaya pendekatan, untuk meminimalisir problem definisi tadi, adalah menentukan istilah “jazz” secara lebih luas. Berendt mendefinisikan Jazz sebagai “bentuk seni musik yang berasal dari Amerika Serikat sepanjang konfrontasi orang hitam Amerika dengan musik Eropa”. Ia berpendapat bahwa jazz berbeda dari musik Eropa, Baca entri selengkapnya »

Seperti cerita di episode 1-3 dengan judul yang sama, Jazzkaltim pernah ditanya oleh seseorang yang belum menyukai musik Jazz, “Apa sih definisi musik Jazz itu?” Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, menyambut H-2 pagelaran akbar musik Jazz tahunan skala internasional di Jakarta, Java Jazz Festival 2010, 5-7 Maret 2010 di Jakarta International Expo Kemayoran, kali ini Jazzkaltim menyarikan dari Wikipedia. Merupakan terjemahan bebas dari Wikipedia-english: http://en.wikipedia.org/wiki/Jazz dengan “improvisasi” tambahan disana sini. Lanjutannya sebagai berikut:

shr0414l1
Jazz Cartoon (1)

Di New Orleans jazz dan Dixieland jazz, musisi bergantian memainkan melodi irama, sedangkan musisi lain berimprovisasi Baca entri selengkapnya »

Jakarta memang dinamis, Bung! Jelang Java Jazz Festival 2010 yang tinggal 3 hari lagi, wakil-wakil rakyat yang lagi rapat paripurna di Jakarta malah ricuh. Jazzkaltim yang sudah tiba di Jakarta sejak 26 Februari 2010 Jumat kemarin malah bertanya-tanya. Apa karena penggemar musik Jazz di kalangan wakil rakyat jumlahnya sedikit. Jangan-jangan karena engga tau bahwa musikus Jazz itu mempunyai “improvisasi” dalam bermusik Jazz atau dianalogikan dengan berkreasi (improve) dalam tata cara berdemokrasi.
Bisa juga engga pernah dengar yang dimaksud “sinkopasi” dalam musik Jazz, analoginya pada realita di politik yaitu jeda sejenak bersama-sama dan seterusnya menyamakan persepsi (irama) langgam aspirasi sesuai fraksi di DPR masing-masing. Hehehe… **jangan lebay, plis…** Baca entri selengkapnya »

H-3 Java Jazz Festival 2010. Lebih tepatnya lagi, 3 hari menjelang perhelatan akbar musik Jazz internasional di Indonesia. Java Jazz Festival pada 5-7 Maret 2010 di Jakarta International Expo Kemayoran.
Tanda-tanda alam pun seperti ikut menyambut datangnya pagelaran Java Jazz Festival ini. Hujan “badai” disertai sambaran petir menggelegar dan kilat cahaya halilintar menerangi bumi Jakarta sepanjang Sabtu, Minggu dan Senin 27-28 Februari, 1 Maret 2010 sore-sore kemarin.
Belum lagi angin puting beliung. Korban-korban angin ini antara lain pagar tembok perumahan Greenwood 2 Ciputat roboh, baliho besar iklan Makro di jalan Ciputat Raya roboh menghantam metromini dan mercedez benz.
Tetangga-tetangga kompleks rumah saya, mengalami atap genteng rumahnya beterbangan melayang bak meteorit luar angkasa.
Jadi, itulah Jakarta, Bung! Menjelang Java Jazz Festival 2010.
Sampai jumpa di JIEX Kemayoran di Jumat 5 Maret 2010. Jakarta bergoyang Jazz!

Menyambut Java Jazz Festival 2010, pada 5-7 Maret 2010, di Jakarta International Expo Center Kemayoran, kali ini ditampilkan tulisan dengan judul JACK & INDRA LESMANA: A Jazz Legend. Diambil dari situs http://bs-ba.facebook.com/group.php?gid=175572545212&ref=share (11 nov 2009) by Ronald A Verstegen, ditambahkan disana sini untuk memperkaya khasanah:
Jack Lesmana terlahir dengan nama yang berbau Belanda, Jack Lemmers, di Jember, Jawa Timur, pada 18 Oktober 1930. Sampai dengan tahun 1966 Jack yang bermukim di Jakarta, sempat tinggal di bilangan Kampung Bali – Tanah Abang gang 17.
Namanya berubah menjadi Jack Lesmana setelah mencuatnya gerakan Indonesiasi. Baca entri selengkapnya »

Jazz bag

Karena euphoria jelang Java Jazz Festival 2010, padahal mungkin ga sempat menikmati langsung karena ada kesibukan lain… **hicks..hicks…** , ditulislah terjemahan bebas ini dari situs Jazz History – Introduction pada http://meltingpot.fortunecity.com/zaire/721/history/intro.htm
kira-kira berikut ini:

Jazz History – Pendahuluan 
Jazz adalah ekspresi seni dalam bentuk aransemen musik! Jazz dikatakan irama dasar kehidupan manusia dimana saat ini manusia kontemporer mengevaluasi ulang nilai-nilai tradisional. Berjilid-jilid buku telah ditulis mengenai asal usul musik Jazz kulit hitam Amerika yang didasarkan pada gaya hidup. Baca entri selengkapnya »

JAZZ ERA

Kenapa musik Jazz itu menghanyutkan dan menyegarkan penggemarnya? Menyambut pagelaran akbar musik Jazz di Indonesia melalui Java Jazz Festival 2010 pada 5 – 7 Maret 2010 yad. Di Jakarta International Expo Kemayoran. Tulisan ini terjemahan bebas dengan improvisasi kalimat dari situs di http://www.hypermusic.ca/jazz/mainmenu.html
seperti begini:

Introduction
Jazz merupakan penggabungan dan penyatuan dari warisan seni berbagai bangsa. Selama tahun 1800-an di Amerika bagian selatan, musik merupakan bagian integral dari kehidupan perkebunan keturunan budak Afrika. Lagu di perkebunan, rohaniawan, dan berteriak dilapangan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari – untuk perayaan, untuk berkabung, untuk menghibur, untuk memperingati, untuk beribadah, dan untuk menemani kegiatan kerja.

Jazz logo

Musik perkebunan ini dicampur dengan seni musik Eropa-Amerika menciptakan tradisi musik dasar blues, ragtime, dan bentuk-bentuk musik lainnya yang berevolusi menjadi musik JAZZ. Baca entri selengkapnya »

Komunitas Jazz ITB

Artikel nyang didapet dari http://www.facebook.com/note.php?note_id=33380738423 berjudul Sejarah Perkembangan Jazz di Kampus ITB [ITJazz LiveMusic2] issued at Tuesday, October 28, 2008 at 7:43pm.

Sesi 1 : Iklim Jazz di ITB

Bana Kartasasmita di ITB Jazz Komunitas 2008

Pak Bana Kartasasmita, analis jazz asal ITB menjadi pembicara pertama. Baca entri selengkapnya »

Artikel ini didapat dari http://isranpanjaitan.wordpress.com/2009/06/06/sejarah-jazz-indonesia/ by ISRAN PANJAITAN dengan judul TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK BELAJAR SEJARAH JAZZ INDONESIA,
Oleh: isranpanjaitan, issued pada tanggal 6 Juni 2009.

Adalah sebagai khittah dari “musik pinggiran”, semangat dan aktifitas bergairah terus dari pelaku dan penggemarnyalah yang membuat “musik pinggiran” terus bernafas, walau keringat terus meleleh. Begitupun adanya dengan jazz di tanah air kita. Ini cerita mengenai jazz pada awal pergerakannya di Nusantara…. Baca entri selengkapnya »

Once again obtained about the history of Jazz in http://shootandwrite.blogspot.com/2007/02/indonesian-jazz-history.html site. The site is named: Journey of Thousand Dreams. Issued on Saturday, 24 February 2007. Label: Indonesian Jazz History.
Few articles in the Indonesian jazz history, taken from a mail-list. To increase our knowledge of jazz homeland. Welcomed the performance arena as well as the Java Jazz Festival-be held next week at the JCC. (starting in 2010 Java Jazz Festival is show at the Jakarta International Expo Kemayoran – RED). Enjoy !
Indonesian Jazz History:
Although the musical style known as jazz was first synthesized in the United States in the years just before the First World War, it is today a music that knows no international boundaries. Good jazz is now being played on every continent. Baca entri selengkapnya »

Jazz Partitur

Sebuah Catatan Sejarah Jazz di Indonesia
(Wawancara Warta Jazz dengan Sudibyo Pr.)
at Nov 27, 2006 – 03:20 AM
oleh Ceto Mundiarso dan Kusumo Nugroho

Figur kebapakan ini sebenarnya pada awalnya ingin dirinya menjadi seorang musisi, namun tidak kesampaian. Jadinya akhirnya hanya mendengarkan saja. Meskipun hanya menjadi salah satu pecinta musik jazz namun dari pengalamannya sarat akan cuplikan-cuplikan perkembangan dan sejarah musik jazz di Indonesia. Kenal dengan musik jazz sejak jaman perang kemerdekaan Indonesia pada tahun 1940an sampai beliau banyak terlibat dan menjadi orang di belakang layar berbagai kegiatan musik jazz di Indonesia, terutama di Bandung. Baca entri selengkapnya »

Juni 2019
S S R K J S M
« Mar    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Blog Stats

  • 18.291 hits

Tulisan Terakhir

Flickr Photos

IRFAN7™

IRFAN7™
Copyright ©2006-2010 IRFAN7 Group.
Allrights Reserved.
Iklan